Sewa New Toyota Sienta
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Mobil Toyota Calya
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Belum Bawa Mobil Listrik Ke Indonesia, Ini Kata Honda

14 Nov 2017

Belum Bawa Mobil Listrik ke Indonesia, Ini Kata Honda

 

 

 Produsen otomotif roda empat bakal memperkenalkan dan membawa mobil ramah lingkungan ke Tanah Air. Beberapa waktu lalu pun Nissan telah mempraktikannya dengan Nissan Note e-Power.

Lantas bagaimana dengan Honda? Marketing and After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mengutarakan bahwa pihaknya masih memikirkan hal tersebut. Pasalnya, untuk pasar Asia Tenggara penerapan 100 persen mobil listrik belum mumpuni untuk digunakan dalam waktu dekat.

"Secara teknologi Honda ada (mobil listrik atau yang serupa) karena di Jepang trennya sudah ke sana. Dan untuk dites di Indonesia pun tak masalah. Tapi untuk diterapkan dalam waktu dekat khususnya pada pasar Asia Tenggara masih memerlukan transisi sebab ada beberapa hal yang harus diperhatikan," ujar Jonfis kepada wartawan di Jakarta Barat.
 


"Misalkan pemakaian listriknya dari apa? Kalau untuk mengurangi emisi dan bensin, pembangkit listrik kan pakai batu bara dan CO-nya juga besar. Nah sanggup tidak kita buat pembangkit listrik yang bersih (ramah lingkungan)," lanjutnya.

Jonfis juga menyatakan bahwa perihal limbah baterai menjadi perhatian yang tak kalah pentingnya ketika membawa mobil dengan teknologi tersebut.

"Baterai mobil listrik kan besar, bukan kayak baterai handphone. Nah ini mau dibuang ke mana limbahnya? Siapa yang mau investasi? Karena itu bahan yang cukup berbahaya untuk lingkungan, bisa meledak dan sebagainya," paparnya.

Dengan melihat keadaan Indonesia saat ini, menurutnya yang paling tepat ialah mengeluarkan kendaraan yang rendah konsumsi bahan bakar. Setelahnya baru diperkenalkan secara perlahan sambil memikirkan jalan keluar dari hal tersebut.

"Paling reasonable di sini (Indonesia) ialah mobil yang membutuhkan bahan bakar rendah dengan harga terjangkau. Kemudian beralih ke turbo, hibrida, plug-in hybrid, listrik, lebih jauhnya ke hidrogen," ucap Jonfis.

"Tapi kalau Anda ingin beli mobil hibridanya Honda kita ada kok, sudah siap," tutupnya. (rgr/ddn)