Rental Sewa Suzuki Ertiga
Sewa Mobil Wuling Cortez
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Ganti Ban Tunggu Botak? Begini Seharusnya

05 Sep 2018

Ban merupakan salah satu komponen yang memiliki masa pakai, soalnya bila digunakan secara terus-menerus tentu akan membuat keausan pada ban. Ternyata untuk mengetahui kondisi ban memasuki masa pensiun bisa melihat tanda Tread Wear Indicator (TWI). 

"Pada ban sebenarnya ada alat indikasinya namanya TWI, dilihat dari sisi ban, itu sebenarnya menunjukkan posisi di mana indikator ketebalan ban berada," ucap Rudy Novianto, selaku Instruktur Defensive Driving Sentul Driving Course, Kamis (30/08/2018).


"Bisa dilihat berupa tulisan TWI, gambar segitiga, atau tonjolan karet seperti polisi tidur yang ada di alur ban," tutur Rudy. Jika ban sudah aus, indikasinya adalah permukaan ban sudah rata dengan permukaan TWI.

Untuk diketahui apabila alur pada permukaan ban telah habis akan menyebabkan bahaya apabila melewati genangan air. Kemungkinan besarnya akan mengalami hydroplaning, yakni kondisi ketika ban akan mengambang pada permukaan karena daya cengkeram yang kecil. Hal itulah yang menyebabkan selip hingga menimbulkan kecelakaan. 

"Kalau dari ban baru katakanlah 8 sampai 10 mm tebal daging normal, nanti semakin lama akan terbaca ban semakin lama akan tipis, nah ketika permukaan ban yang menyentuh dengan aspal hampir menyentuh permukaan TWI kira-kira 2 mm, sebenarnya indikasi siap-siap untuk mengganti ban," ujar Rudy.

"Karena bila TWI sudah habis artinya udah mulai rata dengan permukaan aspal tentu grip sudah sangat berkurang dan tidak safe lagi," kata Rudy.

Daya cengkeram ban menurun terhadap jalan tentu akan membuat kendaraan semakin sulit dikendalikan dan dapat membahayakan orang lain.

"Secara visual kelihatan kembangannya masih ada, masih banyak tapi kebanyakan mayoritas Indonesia belum aware bahwa ini sudah saatnya diganti, jangan sampai nunggu keluar kawatnya," pungkas Rudy.
Oleh karena itu, untuk menghindari risiko kecelakaan karena kemungkinan ban aus berlebihan, sebaiknya Otolovers mulai mengecek dengan melihat indikator pada TWI.