Sewa New Toyota Sienta
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Mobil Toyota Calya
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Toyota Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Ini Alasan Isuzu Panther Anyar Belum Masuk Ke Indonesia

12 Aug 2017

Ini Alasan Isuzu Panther Anyar Belum Masuk ke Indonesia

Ini Alasan Isuzu Panther Anyar Belum Masuk ke Indonesia

Jakarta - Isuzu Indonesia hingga saat ini masih belum meluncurkan produknya yang melegenda yakni Isuzu Panther. Lantas apa penyebab mobil yang sempat merajai pasar roda empat Indonesia pada 90-an itu belum juga hadir? 

LCV Marketing Director PT IAMI Jeon Boediputra mengakui memang permintaan pasar Indonesia untuk segera menghadirkan Panther anyar sudah cukup lama. Namun hal tersebut tersangkut dari Isuzu pusatnya.

"Maunya Indonesia sudah lama, cuma belum disambut sama Jepangnya, disambutnya kan sejak tahun 2015. Nah kebetulan ada perubahan menjeman di Isuzu Jepang-nya jadi ikut merubah juga," ujarnya kepada wartawan, di ICE BSD, Tangerang.

Namun bukan berarti Isuzu tidak memikirkan untuk meluncurkan Panther anyar. Hingga saat ini kata Joen, Isuzu terus mengusahakan agar Panther anyar segera hadir di tanah air.

"Yakin pasti, kita lagi kembangin, enggak mungkin Isuzu berhenti, Isuzu masih mau berkembang terus. Jadi kita lagi mikirin tipe atau model yang memang cocok, kita sudah punya R&D (research & development) dan kita masih pelajarinkan, kalau bisa kan kita pengennya mengulang sukses Panther lama," tuturnya.

"R&D di Jepang, dan itu salah satu bukti seriusnya prinsipal kami bahwasannya terhadap product-product yang ada. Panther ini kan produk Isuzu Indo dan ini sukses dan dibawa sama mereka (Isuzu pusat) dan mereka perhatikan," lanjut joen.

Lanjut joen mengatakan, pihaknya tidak mau asal meluncurkan produk. Jika tidak mempelajari dan memperhatikan dengan benar untuk meluncurkan produk, maka produk tersebut tidak akan bertahan lama.

"Kita harus hati-hati tidak asal keluar tidak karuan, ikut tren sana sini, lenyap nanti. MPV kalau kita mau keluarkan, benar-benar MPV yang kita pahami," Pungkasnya. (khi/lth)