Rental Sewa Suzuki Ertiga
Sewa Mobil Wuling Cortez
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Insentif Kendaraan Listrik Tidak Hanya Untuk Kendaraan

05 Nov 2018

Kementerian Perindustrian mengusulkan insentif untuk kendaraan listrik agar tak hanya untuk komponen penyusun motor atau mobil listrik. Lebih dari itu, insentif juga diusulkan untuk industri pendukungnya.

"Jadi insentif bukan hanya untuk mendorong pembuatan komponen kendaraan listrik seperti baterai atau komponen listrik itu saja. Melainkan juga kami usulkan untuk industri pendukungnya. Misal penyedia jasa pengisian ulang baterai kendaraan listrik, itu juga diusulkan mendapat suatu insentif," ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, ditemui detikOto di kantornya, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah mengajukan insentif kendaraan listrik berupa skema penurunan bea masuk. Insentif ini dikenakan untuk impor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) sekitar 0-5 persen, dari yang saat ini 5-10 persen.

Sementara untuk Incompletely Knocked Down (IKD) dihapuskan menjadi 0 persen, yang semula 7,5 persen.

"Dari penurunan itu, para produsen bisa melakukan pre-marketing untuk kendaraan listrik, sehingga mendapatkan volume produksi, serta mendorong penjualan dan menambah investasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Seminar and Exhibition Electric Car di Jakarta, akhir Juli 2018 lalu.