Sewa New Toyota Sienta
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Mobil Toyota Calya
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Kabar Terkini Soal Transmover Dan Confero Jadi Angkot

11 Jan 2018

Avanza Transmover akan dijadi angkot oleh Organda.

Toyota Avanza (Transmover) dan Wuling Confero diminta Organda DKI Jakarta untuk menjadi angkutan kota ( angkot). Langkah ini sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permenhub 29 Tahun 2015 dan diterakan mulai Februari 2018.

Ketika ditanya mengenai informasi terbaru, Dian Asmahani, Brand Manager SGMW Motor Indonesia menjelaskan, masih dalam proses dengan tim terkait.

"Sekarang kami sedang proses penjajakan dan menelaah lebih lanjut dari kebutuhan yang diperlukan Organda untuk angkutan umum," ujar Dian kepada KompasOtomotif melalui pesan singkat, Senin (8/1/2018).

Sama seperti Wuling, Toyota melalui Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto, juga mengaku masih menunggu kabar dari Organda.

Baca juga: Mobil untuk Angkot itu Toyota Transmover, Bukan Avanza

Lantas, KompasOtomotif menghubungi Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan di hari yang sama. Menurut dia, secara pabrikan kedua merek itu sudah sangat siap untuk memenuhi kebutuhan angkot di DKI Jakarta.

 

Wuling disiapkan untuk jadi moda angkot dengan jok menghadap depan di 2018.
Wuling disiapkan untuk jadi moda angkot dengan jok menghadap depan di 2018.(Stanly/KompasOtomotif)

 

"Tetapi masih dikaji lebih dalam, kita akan membicarakan semua ini ke Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Lusa (10/1/2018) saya akan langsung menghadap bapak Gubernur untuk membicarakan persoalan ini," kata Shafruhan kepada KompasOtomotif.

Apabila jadi, nanti angkot tersebut tidak akan menggunakan karoseri, tetapi langsung dari pabrikan. Hanya saja menurut dia bangku baris kedua di sebelah kiri dihilangkan sebagai akses keluar masuk penumpang.

Pemilihan unit dari agen pemegang merek (APM) dilakukan untuk memberikan pelayanan lebih bagi masyarakat, selain itu dari sisi after sales juga lebih terjamin.