Rental Sewa Suzuki Ertiga
Sewa Mobil Wuling Cortez
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Mobil China Perlu Buktikan Produknya

06 Jul 2018

Indonesia yang merupakan pasar otomotif terbesar ASEAN, menjadi salah satu sasaran penjualan mobil yang sangat potensial. Saat ini produsen asal Jepang menguasai pasar otomotif Indonesia.

Beberapa waktu lalu, pasar otomotif Indonesia kedatangan pemain baru asal China. Kedatangannya tidak sekadar lewat begitu saja, melainkan produsen asal negeri Tirai Bambu tersebut cukup serius untuk bersaing di pasar otomotif Tanah Air.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), Jongkie Sugiharto, juga mengungkapkan Indonesia menyambut baik semua merek yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

"Untuk mobil China, kami menyambut baik semua merek yang masuk ke Indonesia, apalagi yang berinvestasi dan memproduksi kendaraan bermotor di Indonesia," ungkap Jongkie, saat dihubungi detikoto, Senin (2/7/2018).

Salah satunya adalah Wuling yang baru beberapa bulan di Indonesia sudah mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia dengan penjualannya yang cukup baik. Sebelumnya juga sudah ada mobil China dari merek seperti Geely, Cherry, FAW, Foton. Namun kehadiran mobil China di dalam negeri saat itu tak banyak dilirik masyarakat, karena ketertarikan konsumen lebih kepada merek Jepang, sehingga investasinya tidak terlalu besar.

Saat ini, Wuling telah berinvestasi untuk pengembangan industri otomotifnya. Wuling percaya diri karena kesuksesannya mengambil hati masyarakat Indonesia baru-baru ini. Selain Wuling merek lain seperti Sokonjuga berinvestasi yang cukup besar. 

"Wuling sudah lakukan investasi senilai 700 juta US$, Sokon juga sudah investasi lumayan besar. Mereka serius masuk pasar Indonesia yang sangat potensial," kata Jongkie.

Namun, menurut Jongkie, untuk menggeser pasar mobil asal negara lain, khususnya Jepang yang saat ini menguasai 98 persen pasar Indonesia, mobil asal China tersebut harus membuktikan produknya awet dan baik di Indonesia. 

"Mobil China perlu waktu untuk membuktikan bahwa produknya baik, tahan lama, aftersales terjamin, biaya operasinya rendah, dan harga jual kembalinya juga baik," papar Jongkie.