Sewa New Toyota Sienta
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Mobil Toyota Calya
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Nitrogen Lebih Bagus Untuk Ban, Ini Alasannya

14 Apr 2018

Ban kendaraan bermotor membutuhkan tekanan angin. Saat ini pemilik kendaraan bermotor juga memiliki beberapa pilihan angin yang pas buat ban. Ada angin oksigen biasa, ada pula angin dari nitrogen.

Nitrogen disebut lebih baik untuk ban kendaraan. Kenapa demikian?
 

Bambang Hermanuhadi Manager Training Dunlop Indonesia mengatakan, nitrogen lebih bagus karena tidak mudah keluar dari karet ban. Berbeda dengan gas oksigen yang mudah keluar dari ban meski sedikit demi sedikit.

"Udara bebas ini sebenarnya ada nitrogennya. Tapi ada oksigennya juga. Oksigen itu punya pori-pori lebih kecil daripada karet ban. Jadi kalau kita biarkan saja seminggu, misalnya, dia akan keluar, bocor," kata Bambang saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat belum lama ini.

Nitrogen yang biasa didapat dari bengkel atau di SPBU biasanya memiliki kadar oksigen juga, meski lebih kecil. Meski begitu, gas nitrogen tersebut lebih baik karena tak mudah keluar dari ban.
 


"Jadi tingkat kebocorannya akan lebih rendah. Sehingga dengan tingkat kebocoran lebih rendah, ban itu akan lebih aman dipakai," kata Bambang.

Alasan kedua, dengan menggunakan gas nitrogen pada ban, maka temperatur ban tetap terjaga. Katakanlah kendaraan dipacu di kecepatan tinggi, dengan nitrogen temperatur ban tidak naik tinggi.

"Jadi bannya tetap dingin. Dengan ban yang dingin, maka akan tetap awet. Musuh utama ban itu panas. Kalau panas tinggi, karet menjadi empuk, menjadi lebih cepat kegesek kemudian lapisan di dalam bisa terpisah, sehingga cepat rusak,"