Rental Sewa Suzuki Ertiga
Sewa Mobil Wuling Cortez
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Oli Juga Berpengaruh Terhadap Mesin Mobil Euro 4

14 Apr 2018

Bukan hanya bahan bakar, oli ternyata berpengaruh terhadap standardisasi emisi gas buang Euro 4. Soalnya, pelumas juga sebagai bahan bakar yang bekerja mengoptimalkan gas buang pada suatu kendaraan.

Dipaparkan oleh Adrian Baskoro, Vice President Director MPM Lubricants bahwa secara teknis bahan campuran di oli akan berbeda untuk memaksimalkan bahan bakar dan mesin kendaraan yang sudah mengusung standar Euro 4. Maka, kalau sudah digunakan standardisasi tersebut, olinya juga harus menyesuaikan. Tidak boleh pakai yang jadul.
 

 

"Jelas, ingredients-nya berbeda (oli khusus Euro 4 dengan yang biasa). Mudahnya, penggunaan oli ini akan memperkecil gas buang yang tidak sesuai dengan standar. Jadi ingredients-nya beda," jelas Adrian kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

"Oli yang terbakar jadi tidak banyak. Itu ibaratnya," lanjutnya.

Oleh sebab itu, bagi kendaraan yang mesinnya sudah standar Euro 4 dan menggunakan bensin yang sesuai, olinya tidak boleh pakai keluaran lama. Bisa-bisa, kinerja kendaraan tidak akan maksimal.

"Kalau tidak sesuai performa kendaraan nanti tidak maksimal pembakarannya. Lantas, karena ingredients-nya berbeda proses pembakaran akan ada yang kurang. Misalkan seperti ini, Anda minum coffee cream, ya otomatis ada kopi, gula, dan cream. Kalau cuma kopi dan gula kan itu hanya kopi saja," ucap Adrian.

Lantas bagaimana bila kondisi tersebut dibalik, ya? Dalam artian, semua bahan bakar sudah standar Euro 4 namun mesin mobilnya belum mendukung.

"Nah ini banyak terjadi juga sekarang. Misal, mobilnya itu biasa saja lalu dia isi bensin yang paling top, nah ini tidak masuk. Karena mesin mobilnya tidak didesain untuk menerima oli dan bensin Euro 4, begitu juga sebaliknya," ujar Adrian.
 

"Sama seperti misalkan motor keluaran 2010 ke bawah, itu kan mesinnya besar. Kalau dipakai oli yang tipis, yang baru, itu jadi mesinnya gede, olinya tipis, sangat encer. Jadi tidak terbakar, tidak bisa narik, dan lainnya. Begitu pun sebaliknya. Motornya baru, olinya lama, jadi berat. Semuanya itu ada speknya," tambahnya.

Dalam jangka panjang, perilaku itu akan merusak mesin kendaraan. "Dalam keadaan mendesak tidak apa, tapi akan jauh lebih boros seperti biasanya mobil bisa menempuh 1.000 km dengan oli sesuai, karena beli di pinggiran jadi tiap 100-200 km ganti. Namun bila terlalu sering dalam jangka panjang akan merusak mesin," tutupnya.