Rental Sewa Wuling Cortez
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Pangsa Pasar Turun, Fuso Masih Jadi “raja” Di 2017

13 Feb 2018

 

 Merek kendaraan niaga Fuso di Indonesia, yang dipasarkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) ini, berhasil mempertahankan takhta tertinggi di pasar otomotif dalam negeri. Pangsa pasarnya sepanjang 2017 mencapai 44,8 persen dari total penjualan nasional.

Angka tersebut mengalami penurunan jika dibanding dengan market share yang dipereh pada 2016, sebesar 45,7 persen.

Meski begitu secara volume penjualan, Duljatmono, Direktur Sales & Marketing KTB mengatakan, terdapat peningkatan sampai 28 persen, jika dibandingkan dengan perolehan tahun 2016 lalu sebesar 33.061 unit. Jumlah totalnya pada 2017 mencapai 42.319 unit.

“Untuk segmen Light Duty Truck (LDT) share meningkat dari tahun lalu 55 persen, pada 2017 menjadi 58 persen, angkanya 38.116 unit. Sementara sisanya disumbang Medium Duty Truck (MDT) 4.097 unit dan tracktor head 106 unit. Kelas MDT share kami 18 persen, itu kami masih perlu effort lagi yang lebih besar untuk meningkatkan share kami,” ujar Duljatmono, Senin (12/2/2018).

Baca juga : Colt Diesel Jagoan Mitsubishi Fuso di Indonesia

 

Truk terpanjang di dunia milik Mitsubishi Fuso resmi meluncur
Truk terpanjang di dunia milik Mitsubishi Fuso resmi meluncur

 

Duljatmono menambahkan, kalau peningkatan penjualannya didorong oleh tiga sektor bisnis yang sedang dalam performa baik. Ini juga diharapkan bisa berlanjut samapai di 2018 dan tahun-tahun berikutnya.

“Masih tiga sektor, pertama infrastruktur yang terus tumbuh, kedua komoditas seperti sawit yang harga dan demand masih bagus. Kemudian ketiga itu yang sisa dari tahun 2016, yakni batubara yang pada kuartal IV, permintaannya naik terus dan harganya juga bagus,” tutur Duljatmono.

“Sementara Logistik itu dari sisi kontribusi masih terbesar tetapi dari pertumbuhan dia flat. Sumbangsihnya sekitar 50 sampai 55 persen dari logistik atau retail consumer. Sedangkan untuk tiga sektor tadi itu pertumbuhannya luar biasa,” ucap Duljatmono.