Rental Sewa Wuling Cortez
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Pro-kontra Bokong Brio Yang Hilang Ciri Khasnya

09 Aug 2018

 Honda Brio generasi pertama sebenarnya sudah memiliki ciri khas di bagian belakangnya. Bokong Brio lawas yang dihias dengan kaca datar membuat orang mudah mengenal langsung Honda Brio jika bertemu di jalan.

Tapi, kini Honda Brio telah diubah. Brio terbaru dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Bagian belakang yang dulunya didominasi kaca besar yang datar, kini telah diubah menjadi seperti city car lainnya.

Desain baru bagian belakang Honda Brio ini menuai pro-kontra, ada yang suka dengan desain barunya, ada pula yang lebih suka desain Brio lawas dengan ciri khasnya. Large Project Leader All-new Brio, Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd., Tsutomu Harano, mengakui bahwa memang banyak konsumen Brio lawas berminat membeli mobil itu karena ciri khas bagian bokongnya. Tapi, menurut Harano, banyak juga calon konsumen yang tidak berminat membeli Brio lama karena desain bagian belakangnya.

"Berbabagai survei kita sudah lakukan. Untuk kaca yang datar di Brio lama itu merupakan alasan kenapa calon customer tidak melakukan pembelian. Itu salah satu reject item. Tapi kami mengetahui banyak juga customer kami yang menyukai desain seperti itu," kata Harano dalam sesi wawancara khusus dengan detikOto di arena GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang.

Harano menjelaskan, Honda Brio pada awal pengembangannya dulu dihadirkan untuk melengkapi pilihan mobil di bawah kelas Honda Jazz. Saat mengembangkan generasi pertama dulu, desain Honda Brio dibedakan dengan Jazz, terutama di bagian belakangnya yang punya kaca datar.

"Itu (desain bagian belakang Honda Brio lama) merupakan item yang disukai menurut kami. Kalau untuk kondisi saat ini kami berpikir LCGC merupakan pangsa yang penting buat kami dan kami ingin menghilangkan seminimal mungkin poin-poin yang tidak disukai oleh calon customer kami," ujarnya.

"Menurut kami ke depan akan berkembang terus ke daerah-daerah pelosok. Kami juga mengantisipasi pembeli mobil perta, jadi perlu kami lakukan penyesuaian lagi. Mungkin ke depan mobil-mobil yang punya karakter unik ke depan mungkin akan dibikin juga oleh pihak Honda dan kita bisa berharap ke depan mungkin akan dibuat lebih banyak lagi," tambah Harano.

untuk konsumsi bahan bakar lebih baik dengan mengurangi gesekan di setiap bagian mesin. Mesin 1.2L i-VTEC juga memiliki pola zigzag yang ditingkatkan pada struktur piston untuk proses intake yang lebih ringan serta dilengkapi cam chain lebih ramping, chain-tensioner dan auto-tensioner belt tambahan serta menggunakan oli berkualitas untuk mengurangi gesekan.

Mesin i-VTEC 1.2L mampu menyemburkan tenaga hingga 90 PS/6.000 rpm untuk transmisi manual dan CVT. Torsi maksimum telah mencapai 110 Nm/4.800 rpm untuk transmisi manual dan CVT.

Untuk efisiensi bahan bakar, Honda mengklaim Brio bisa mencapai 20,1 km/liter untuk manual, dan 20,3 km/liter untuk CVT.