Sewa New Toyota Sienta
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Mobil Toyota Calya
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Reaksi Mitsubishi Soal Harga Cortez Senggol Xpander

14 Feb 2018

Mitsubishi masih pertahankan harga Xpander sampai akhir 2017.

 

Secara segmen, antara Mitsubishi Xpander danWuling Cortez memang berbeda. Xpander bermain di segmen low multipurpose vehicle ( LMPV), sementara Cortez multipurpose vehicle(MPV) medium, tapi merek asal China itu punya harga yang saling bersinggungan.

Wuling memasarkan Cortez mulai Rp 218.000.000 hingga Rp 264.000.000, sedangkan Mitsubishi Xpander Rp 192.050.000 sampai Rp 248.350.000 on the road DKI Jakarta dan sekitarnya. Otomatis, ada persinggungan di antara kedua model ini.

Sangat mungkin merek asal China itu mengganggu calon konsumen Xpander. Apalagi, fitur yang ditawarkan Wuling relatif lebih beragam.

Menanggapi hal itu, Director of Sales and Marketing Division PT Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro mengatakan, kehadiran Cortez justru membuat masyarakat punya banyak pilihan dalam membeli mobil.

Baca juga: Pasang Harga Murah untuk Cortez, Ini Kata Wuling

"Konsumen mau pilih merek Jepang atau China, itu kami serahkan kepada konsumen saja," ucap Irwan di Tegal, Jawa Tengah, Senin (12/2/2018).

Selain produk, konsumen juga sudah bisa melihat mana merek yang jaringan penjualan dan servisnya banyak dan lengkap, atau  masih sedang dikembangkan, serta baru hadir di pasar otomotif nasional.

"Kalau sekarang ini, kita fokus memikirkan bagaimana memenuhi semua permintaan konsumen. Salah satunya, produksi kami dipercepat dan ditambah agar konsumen tidak harus menunggu lama," ujar Irwan.

Baca juga: Wuling Cortez Datang Ancam Innova, Simak Videonya

Irwan melanjutkan, sekarang ini masa tunggu Xpander secara nasional sekitar 2-3 bulan. Tetapi, ke depan waktu tunggu dipastikan akan terus berkurang karena proses produksi terus ditingkatkan.

"Nantinya akan mencapai 10.000 unit per bulan, tetapi itu untuk pasar ekspor juga. Perlahan kami tingkatkan terus produksinya," ucap Irwan.