Rental Sewa Suzuki Ertiga
Sewa Mobil Wuling Cortez
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Sewa Mobil Toyota Sienta
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Sienta Buatan Karawang Lebih Laku Di Luar Negeri Daripada Di Ri

01 Sep 2018

Ada beberapa model mobil Toyota yang diproduksi di Indonesia. Mobil-mobil itu tidak hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan di Tanah Air saja melainkan juga dikirim ke luar negeri. 

Mobil-mobil tersebut antara lain Fortuner, Yaris, Innova, Sienta hingga Agya. Sienta salah satu yang mencuri perhatian. Sienta yang dibuat di pabrik Karawang itu dikirim ke negara-negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Timor Timur, Singapura, dan Thailand. 

Sienta buatan Karawang itu cukup laris di luar negeri. Bahkan melampaui angka penjualannya di Indonesia. Sepanjang Juli 2018 misalnya, 922 unit Sienta dikirim ke negara-negara tetangga. 

Sementara di dalam negeri hanya 194 unit Sienta terjual. Selama tahun 2018, penjualan Sienta memang cenderung menurun. Pendatang baru Wuling Cortez yang dalam data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengisi segmen MPV seperti Sientamencatatkan penjualan lebih baik.

Hal itu membuat kabar soal penghentian produksi Sienta di Karawang berhembus. Meski begitu Toyota dengan tegas menjawab pihaknya tidak akan menyetop produksi Sienta

Meski begitu Toyota tak menampik kemungkinan soal nantinya Sienta tak lagi diproduksi di Karawang melainkan mengambil dari negara lain. 

"Ini mengambil contoh Nav1 sama Voxy, kemungkinan besar itu ada tapi belum terpikirkan oleh kita, belum ada inisiatif dari TMMIN untuk meng-cut production-nya, penurunan dari volume belum. Sehingga mereka menyadari level 1.000 itu level stabil," jelas Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto beberapa waktu lalu. 

"Marketnya TMMIN nggak hanya domestik, tapi juga ekspor. Kadang-kadang itu itulah uniknya barang yang ada di Indonesia belum tentu di luar negeri," tutup Soerjo