Sewa New Toyota Sienta
Sewa Mobil Honda BRV
Rental mobil Nissan Xtrail
Rental Mobil Toyota Calya
Sewa mobil Kia
Rental sewa mobil Innova
Rental Mobil Fortuner
Rental Mobil Mercedes E Class
Sewa Hiace
Rental Mobil New Camry
Sewa Alphard
Rental Mobil New CRV di Jakarta
Sewal Hyundai H1
Rental Mobil Honda Mobilio
Rental Mobil Nissan Evalia

Tunggu Mobil Listrik, Pemerintah Dorong Mobil Berbasis Genset

14 Nov 2017

Tunggu Mobil Listrik, Pemerintah Dorong Mobil Berbasis Genset

 

 

 Presiden Joko Widodo berharap mobil ramah lingkungan seperti hybrid dan listrik bisa mengisi 25 persen pasar mobil yang dijual di Indonesia. Namun jika melihat kondisi di Indonesia saat ini tampaknya masih terganjal dengan infrastruktur pengecasan yang baru tersedia dalam jumlah sedikit dan hanya di tempat-tempat tertentu saja. 

Sebelum memasuki era mobil listrik sembari mempersiapkan infrastrukturnya, pemerintah justru mendorong mobil-mobil ramah lingkungan seperti hybrid ataupun yang mengusung teknologi e-Power seperti Nissan Note. 

"Infrastruktur kan charging station, tentu charging stasion itu akan disiapkan kalau EV-nya sudah jalan nah oleh karena itu pertama yang kami dorong itu adalah hybrid plus Nissan ini kan mempersiapkan e-Power," ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di ICE BSD, Tangerang, Senin (13/11/2017). 
 


"Jadi bagaimana dua-duanya tidak membutuhkan charging station, nah ini yang didorong Kemenperin sambil menyiapkan charging station plus meningkatkan permintaan dalam negeri yang berikutnya juga untuk menurunkan harga," sambung Airlangga lagi. 

Menurutnya harga mobil jual mobil listrik yang lebih mahal dibandingkan mobil bermesin konvensional membuat masyarakat enggan beralih. Karena itu Airlangga menyambut hadirnya mobil berbasis seperti genset, mobil yang menghasilkan tenaga listrik dari bensin seperti Nissan Note e-Power.

"Pada saat harganya 30 persen lebih mahal dari gasoline, dan selama BBM masih disiapkan tentu konsumen akan lebih memilih berbasis BBM, tetapi yang ini kami akan dorong dari kementerian bahwa yang berbasis genset atau e-Power ini bisa menggunakan bio fuel nah itu yang menjadi salah satu daya tarik," katanya lagi. 

"Karena bio fuel itu 100 persen bisa disediakan dari dalam negeri jadi mengurangi ketergantungan akn bbm impor nah kalau ini kita bisa dorong maka kita tidak perlu lagi impor BBM," tutupnya. (dry/ddn)