news

09 Feb 2016

Bagaimana Nasib Splash di Indonesia?

Bagaimana Nasib Splash di Indonesia?

Sejak 2014, kelanjutan penjualan Splash oleh Suzuki Indomobil Sales (SIS) dipertanyakan. Menurut rumor yang beredar, SIS bakal berhenti menjual mobil kota bermesin 1,2 liter itu pada 2015, tetapi nyatanya sampai Januari 2016 masih dijual.

"Splash, kami masih jualan. Sampai kapannya, memang sih waktu itu ada informasi akhir tahun ini. Kami masih menunggu dari India seperti apa," ujar Makmur, 4W Direktur Marketing SIS, di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Pasokan unit Splash yang beredar di Indonesia berasal dari pabrik Maruti Suzuki di Manesar, India. Pada 2015, media India pernah menyebutkan bahwa produksi Splah sudah dibatasi hanya untuk fleet domestik dan memenuhi kuota ekspor.

Sinyal Suzuki ingin "menyuntik mati" Splash menguat sebab penjualannya di Eropa sudah dihentikan. Pabrik Magyar Suzuki di Esztergom, Hongaria, yang selama ini memasok Splash buat Eropa, telah berhenti memproduksinya sejak 2014.

Pada 2015, SIS pernah mengatakan, mengalihkan produksi Splash ke Indonesia merupakan salah satu solusi mempertahankan keturunannya. Namun, menurut visibilitas volume produksinya, sepertinya mobil ini tidak pas untuk produksi lokal.

Di Indonesia, Splash laku 1.886 unit tahun lalu, atau rata-rata 157 unit per bulan. Angka itu sudah menurun dari 2014 sebesar 3.338 unit atau 278 unit per bulan.

"Ya, makanya kami minta kepastian mereka (pihak Maruti Suzuki). Mestinya berhenti, tetapi mereka belum ngomong ekspornya bagaimana. Selama ini, Splash memang cukup diterima masyarakat," ujar Makmur.

Bukan pengganti 

Di India, mobil kota baru Celerio diplot menggantikan Splash. Namun, kasusnya beda untuk Indonesia. Saat ini, kedua produk itu dijual bersamaan oleh SIS.

SIS menjual Celerio Rp 154,5 juta–Rp 166,5 juta, rentang harga itu di bawah Splash yang dibanderol Rp 172 juta–Rp 184 juta. Rekaman penjualan Celerio dimulai pada Mei 2015. Namun, harus diakui, bila diukur dalam periode yang sama, permintaan untuk model tidak lebih tinggi ketimbang Splash.

Makmur menjelaskan, Celerio bukan berperan sebagai pengganti Splash karena berbeda dari spesifikasi dasar. Celerio bermesin 1,0 liter, tetapi sudah dilengkapi CVT (continuously variable transmission). Celerio adalah produk kedua SIS dengan CVT setelah Swift Sport.

"Dari awal, kami memang memperkirakan jualannya tidak banyak. Jadi, itu pun dari awal dibuat berdasarkan permintaan diler, makanya kami impor. Harga mepet dengan Splash, tetapi kan teknologinya beda. Ini karena memang kami mau membuat image bahwa Suzuki punya teknologi CVT. Yang lain punya CVT di kelas atas mobil cc besar, tetapi kami punya untuk cc kecil,"


Latest News