news

18 Mar 2016

Bagaimana Nasib Subaru di Indonesia?

Bagaimana Nasib Subaru di Indonesia?

Subaru Indonesia pada Juli 2014 telah di audit oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hasilnya, terungkap masalah pelanggaran pajak senilai Rp 1,5 triliun untuk aktivitas impor di 2013.

Parahnya lagi, merek mobil asal Jepang itu tidak mau membayar, dengan skema mencicil dua kali, 50: 50. Akibatnya, aset di tujuh lokasi, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Batam, Malang, Surabaya, Denpasar dan Tangerang disita.

Dalam perjalananya, Subaru dikabarkan memenang atas kasus perdata di beberapa lokasi tuntutan melawan pemerintah dalam hal ini Direktorat Bea dan Cukai. Subaru lewat PT Motor Image Indonesia (MII) juga menang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sehingga aset yang semula disita di diler pusat (Pondok Indah, Jakarta Selatan) bisa beroperasi kembali.

Namun, faktanya, berdasarkan data wholesales (pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2015, hingga dua bulan pertama tahun ini sama sekali tidak ada aktivitas penjualan.

Semua model seperti Forester, Tribeca, Outback, Exiga, BRZ, XV dan Impresa, benar-benar distop penjualannya. Namun, nama Subaru masih terdaftar menjadi anggota Gaikindo.

Anggota Gaikindo

Ketika dikonfirmasi kepada Ketua Umum Gaikindo Johannes Nangoi, merek Subaru masih menjadi anggota, tetapi mengenai aktivitas penjualan dan masalah yang dialami, organisasi industri otomotif di Indonesia itu tidak mengetahuinya sama sekali.

“Maksudnya, kalau soal penjualan dan masalah yang sedang dialami Subaru kita tidak bisa ikut campur. Itu hak mereka, tetapi mereka sampai saat ini masih menjadi anggota Gaikindo,” ujar Nangoi kepada KompasOtomotif, Kamis (17/3/2016).

Menurut Nangoi, peran Gaikindo hanya sebagai asosiasi dan tidak berhak ikut campur mengenai masalah yang tengah dialami Subaru. Kecuali, kasusnya pemerintah menjegal pergerakan Subaru.

“Kalau itu kan masalah pajak dan urusan sendiri. Kami tidak bisa membantunya. Kecuali pemerintah menghalang-halangi Subaru tanpa masalah, baru kita bisa bantu, kalau ini kan masalah yang dibuat sendiri,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).


Latest News