news

06 Apr 2016

Banderol Suzuki Jimny Sudah “Fixed”

Banderol Suzuki Jimny Sudah “Fixed”

Rencana PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memasarkan Jimny ke Indonesia sepertinya segera terwujud. Model legendaris di Indonesia ini, sudah siap dipasarkan karena banderol yang disiapkan untuk konsumen sudah diputuskan.

“Sudah, harga sudah putus, fixed, OTR (on the road). Tetapi saya masih belum bisa sampaikan di sini,” kata Davy J Tuilan, Wakil Direktur Pelaksana SIS di Malang, Rabu (30/3/2016).

Davy juga mengatakan, rencana pemasaran Jimny ini terbilang tidak disengaja. Semua dimulai dari pesanan yang masuk dari satu perusahaan (fleet) dengan jumlah cukup besar. Sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM), SIS punya kewajiban untuk menyediakan layanan purna jual setiap model yang dipasarkan.

“Daripada kita siapkan semua layanan purna jual dan penunjang lain, sekalian saja dijual ke konsumen umum,” kata Davy.

Sebelumnya, Riecky Patrayudha, Kepala Servis Roda Empat dan Dua SIS mengatakan kalau tim utama teknisi sudah dikirim ke Jepang untuk mempelajari teknologi dan mesin Jimny yang bakal dijual ke Indonesia. Terdapat tiga orang mekanik Indonesia yang nantinya akan menyalurkan pengetahuan dan teknik penunjang ke seluruh diler Suzuki.

Pelatihan langsung ke Jepang dibutuhkan karena dianggap Jimny sebagai produk dengan teknologi baru, berbeda dengan Suzuki Katana, generasi terakhir yang sempat dipasarkan di Indonesia, pada 2005. Rencananya, Jimny akan diimpor utuh (completely buiilt up/CBU) dari Jepang.

Di Jepang sendiri, Jimny dibekali mesin bensin M13A, 1.3 liter VVT, dengan penggerak empat roda (4WD). Mesin ini bertenaga 83 dk dan torsi 110 Nm.

“Terutama yang 4x4, karena kita sudah lama tidak menjual 4x4. Kalau Jimny yang terakhir kita jual itu semuanya benar-benar manual, tapi yang baru ini benar-benar canggih,” ujar Riecky kepada KompasOtomotif, di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Jimny sebenarnya bukan model baru bagi Suzuki di Indonesia, kehadirannya sudah menghiasi industri otomotif nasional sejak 1979, dengan kode LJ50, bermesin 550 cc, kala itu. Disusul kemunculan  Jimny “Jangkrik” LJ80 bermesin 800cc. Baru kemudian Suzuki mulai merakit Jimn SJ40, bermesin 1.000 cc di pabrik Bekasi, Jawa Barat.


Latest News