news

29 Jan 2016

'Cabutnya Ford Tidak Masuk Akal'

'Cabutnya Ford Tidak Masuk Akal'

Cabutnya Ford Tidak Masuk Akal

Jakarta -Ford Motor Indonesia (FMI) memutuskan untuk cabut dari pasar Indonesia. David Tobing, konsumen setia Ford sejak 2006 sekaligus pengacara perlindungan konsumen menilai, cabutnya Ford dari Indonesia tidak masuk akal.

"Saya menganggap di antara merek-merek Amerika lain atau Korea, Ford memegang lebih besar. Karena kalau dilihat dari perkebunan atau di mana, terus mobil dinas polisi kan banyak Ford," ujar David kepada detikOto.

Perkataan David memang tak salah. Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari-Desember 2015 lalu, penjualan Ford masih berada di atas pabrikan lainnya.

Sepanjang 2015, Ford berhasil menduduki posisi ke-11 penjualan kendaraan di Indonesia dengan angka penjualan sebanyak 4.986 unit. Ford juga masih berada di atas Chevrolet. Penjualan Chevrolet sendiri sebanyak 4.541 unit.

Makanya, David menganggap, keputusan hengkangnya Ford di Indonesia tak masuk akal. Dari sisi penjualan Ford juga masih berada di atas beberapa pabrikan ternama lainnya.

"Menurut saya juga enggak masuk akal juga menarik diri. Yang namanya usaha kan ada untung rugi, justru jangan gara-gara diprediksi enggak menguntungkan langsung dia menutup di Indonesia. Itu kan konsumen yang dirugikan," kata David.

Dia menekankan, layanan purna jual adalah hal yang harus diperhatikan. Sebab, layanan itu merupakan sebuah kewajiban Ford.

"Intinya, jangan memikirkan bisnisnya semata. Karena dia menjual produk yang pemanfaatannya berkelanjutan, nah dia juga harus bertanggung jawab setelah produk itu dijual," ujar David.

David yang juga sebagai anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia menambahkan, di Amerika konsumen sangat dihormati. Makanya, sebaiknya perusahaan Amerika sekelas Ford juga menghormati konsumen di Indonesia.

"Di sana (Amerika) konsumen benar-benar dilindungin banget. (Soal statement Ford yang menjamin purna jual di Indonesia), kita enggak percaya lah, cuma statement di media massa akan tetap menjamin sampai pemberitahuan selanjutnya. Entar tahu-tahu 2 bulan lagi, enggak lagi," ujar David.

Keputusan ini dianggap David terlalu cepat. Seharusnya, Ford mengabarkan keputusan ini jauh-jauh hari agar konsumen juga memiliki persiapan.

"Kalau dia bilang mulai 2017 kami mengurangi ini, ini kan bagus. Jadi ada kesiapan dari konsumen atau ada pilihan. Coba bayangkan kalau konsumen beli mobil Ford tanggal 24 januari? Tanggal 25 dia bilang dia cabut. Ini kan jadi kekacauan. bukan hanya kekacauan, kekecawaan yang sangat mendalam ini," tegas David. (rgr/lth)

Latest News