news

18 Mar 2016

Chevrolet Memulai 2016 dengan Sulit

Chevrolet Memulai 2016 dengan Sulit

Keputusan PT General Motors menutup pabrik perakitannya di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, sejak Juni 2015, langsung berdampak pada penjualan. Jika rata-rata penjualan bulanan Chevrolet sepanjang tahun lalu masih di atas 370 unit, mulai 2016 melandai tidak sampai 100 unit.
 

Selain itu, merujuk data wholesales (pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan multi guna bawah (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV) andalannya, Spin, sudah tidak lagi dipasarkan. Bisa dimaklumi, pasalnya Spin merupakan model yang dirakit di Pabrik Pondok Ungu.

Total penjualan Chevrolet pada dua bulan pertama 2016, tercatat cuma 165 unit, sumbangan Captiva 120 unit dan Orlando 45 unit. Hasil ini menukik tajam, 87,7 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (Januari-Februari 2015), yakni 1.344 unit. Tahun lalu, Chevrolet masih menjual Spin, Captiva, Trax, dan TrailBlazer.

Revitalisasi strategi GM di Indonesia menjadi alasan kuat, mengapa penjualan Chevrolet pada awal tahun ini menjadi berat. Seiring penutupan pabrik, GM Indonesia juga kembali memilah model apa saja yang bakal dipasarkan. Tiga model yang pasti masih jadi andalan Chevrolet, adalah Captiva, Orlando, dan Trax.

Sebelumnya, Yuniadi Haksono Hartono, GM Indonesia-Chevrolet External Affairs & PR Director pernah mengatakan, GM berencana untuk kembali meluncurkan dan melakukan penyegaran produk di tahun ini.

Meski belum mau dibocorkan, informasi dari seorang sumber mengatakan ada tiga produk facelift. Modelnya tertuju pada TrailBlazer, Colorado dan Spark.


Latest News