news

30 Mar 2016

Chevrolet Spin Bisa Berharap

Chevrolet Spin Bisa Berharap "Pulang Kampung” ke Indonesia

Terhitung akhir 2015, General Motors (GM) Indonesia sudah tidak menjual Chevrolet Spin. Sebab, pabrik perakitan kendaraan multi guna bawah (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV) di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, resmi ditutup mulai pertengahan tahun lalu.

Keputusan ini membuat Spin hanya diproduksi GM di Brasil. Namun, India dikabarkan siap menggantikan peran Indonesia sebagai basis produksi, sekaligus ekspor ke beberapa negara lain di dunia, termasuk Indonesia.

Ketika menghadiri acara Bangkok International Motor Show (BIMS) 2016 awal pekan lalu, KompasOtomotif ikut mengikuti kegiatan peluncuran produk baru Chevrolet. Meski hanya sebentar, tetapi bisa bertemu dengan Mike Devereux, Vice President of Sales, Marketing and Aftersales GM International yang tengah berbincang dengan rekan media otomotif asal Indonesia lainnya.

Mike mengatakan, GM tengah mempersiapkan lokasi produksi untuk Spin di India. Artinya, LMPV andalan Chevrolet di Indonesia itu belum mulai dirakit di India.

“Namun, nantinya akan memenuhi pasar domestik terlebih dulu, setelah itu tidak menutup kemungkinan di ekspor ke beberapa negara seperti Indonesia,” kata Mike di Impact Muang Thong Thani, Thailand, Selasa (22/3/2016).

Tahun Depan

Jika berjalan sesuai rencana, kata Mike, kemungkinan besar akan dimulai tahun depan. “Kita akan evaluasi semuanya terlebih dulu,” kata Mike.

Di Indonesia, penjualan Spin bisa dikatakan relatif lumayan. Berdasarkan data wholesales (pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2014 penjualannya tembus 7.475 unit, tahun lalu 3.552 unit.

Kehadiran LMPV 7-penumpang itu juga masih dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Terutama, para konsumen setia Chevrolet dan pengguna Spin yang tergabung dalam satu komunitas. Para pecinta Spin ingin agar GM Indonesia tetap bisa menjual LMPV itu, sehingga tidak kehilangan onderdil dan kegiatan aftersales berjalan lancar.


Latest News