news

02 May 2015

Berita Sewa dan Rental Kendaraan

CR-V Teruji di Dua Alam

CR-V Teruji di Dua Alam

Kamis, 22 Januari 2015 Penulis: Pun/S-5
 

SEBUAH mobil yang memproklamasikan dirinya sebagai urban sport utility vehicle (SUV) sudah semestinya mampu 'hidup di dua alam'. Ia harus tampil elegan ketika melenggang di jalanan kota, tapi juga garang saat beraktivitas outdoor. Karena itu, untuk mengujinya mestinya melalui dua kondisi alam yang berbeda itu.

Konsep itulah yang tampaknya menjadi alasan Honda memasang rute Jakarta-Bandung melalui jalur Sadang-Wanayasa-Subang-Ciater-Lembang untuk menguji New Honda CR-V selama dua hari, pertengahan pekan lalu.

Jakarta dan Bandung menjadi representasi suasana kota untuk menguji kematangan desain dan wajah CR-V terbaru hasil facelift tersebut. Adapun jalur Sadang hingga Lembang yang penuh kelokan, tanjakan, turunan, plus jalanan rusak di sana-sini menjadi pilihan sempurna untuk mencoba performa mesin serta teknologi-teknologi terkini yang membalutnya.

Sebanyak 19 unit Honda CR-V varian 2.4 Prestige--tipe tertinggi dari keluarga CR-V--disiapkan PT Honda Prospect Motor (HPM) di halaman kantornya di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (15/1) pagi, untuk dieksplorasi para jurnalis sepanjang perjalanan menuju Bandung.

Sebelum masuk ke kabin, pandangan kami cukup tertahan oleh tampilan depan New CR-V yang sudah didandani dengan bemper baru yang menyatu dengan lampu depan. Apalagi ditambah kerlingan daytime running light LED di pinggir headlamp yang tak hanya menggoda, tapi juga mampu menciptakan aura elegan mobil ini.

Di dalam kabin, kesenyapan ruang segera menyapa. Belakangan, kabin yang senyap ini membuat Media Indonesia dan dua rekan jurnalis satu mobil merasa nyaman sepanjang perjalanan karena tak terganggu suara bising dari luar. Suara yang keluar dari perangkat audio pun menjadi jernih tanpa distorsi.

Tetapi, bukan kesenyapan saja yang menjadi pusat perhatian dalam kabin New CR-V. Fitur-fitur dan teknologi baru banyak tersemat di ruang dalam kendaraan yang generasi pertamanya mulai diperkenalkan pada 1995 tersebut.

Salah satunya ialah Nanoe. Entah hanya sugesti kami atau betulan, fitur dengan teknologi untuk menetralisir virus dan bakteri di udara itu terasa seperti membuat udara dalam kabin menjadi lebih bersih dan segar. Sama segarnya dengan udara pegunungan di daerah Ciater dan Lembang ketika kami membuka power sunroof, fitur baru yang hanya ada untuk varian Prestige.

Performa oke
Start dari Sunter, kami konvoi menuju Rest Area KM 57 Tol Cikampek. Sepanjang jalan tol dalam kota dan Tol Cikampek yang relatif tidak padat, pagi itu, sebetulnya cukup mendukung nafsu kami untuk menguji performa New CR-V di aspal yang mulus. Namun, konvoi membatasi kami untuk sedikit bermanuver dan menguji daya respons mobil ini.

Baru setelah usai beristirahat di Rest Area KM 57, kami dibebaskan untuk keluar dari konvoi dan mengambil rute mana pun untuk menuju pos pertama di Tangkuban Perahu. Pada saat itulah, ujian terhadap mesin 2.4 liter DOHC i-VTEC yang dipanggul New CR-V dilakukan.

Hasilnya? Cukup oke dengan akselerasi memuaskan. Begitu pula tenaganya. Klaim Honda yang menyebut New CR-V mampu menghamburkan tenaga maksimal 190 hp pada 7.000 rpm dan torsi maksimal 221 Nm pada torsi 4.400 rpm, tampaknya bukanlah klaim main-main.

Saat mengarungi jalanan naik-turun dan berkelok, transmisi otomatis 5-percepatan dengan teknologi grade logic control terbukti mampu mengatur perpindahan gigi secara efisien. Shift hold control juga berfungsi dengan baik saat meminimalkan pergantian gigi berlebihan.

Sesekali kami juga 'memainkan' tuas paddle shift saat ingin merasakan sensasi transmisi manual.

Fitur keselamatan mumpuni milik New CR-V yang mendapat rating tertinggi 5 bintang dari ASEAN NCAP untuk pengemudi dan penumpang menambah kepercayaan diri kami untuk terus menggeber seluruh kemampuan mobil itu hingga kami sampai di Lembang untuk makan malam. Perjalanan hari itu pun berakhir di Bandung tanpa sedikit pun rasa penasaran yang tersisa.


Latest News