news

21 Sep 2019

Depresiasi Harga Jual Tak Hanya Menimpa Mobil Eropa, Jepang Juga

Depresiasi Harga Jual Tak Hanya Menimpa Mobil Eropa, Jepang Juga

Foto: BMW

Harga jual kembali mobil Eropa dinilai lebih cepat menurun drastis setiap tahunnya. Operation Manager BMW Astra Teguh Widodo tidak menampik perihal tersebut, namun ia menjelaskan anjloknya harga hanya terjadi di seri-seri tertentu saja.

"Depresiasi seringkali jadi murah. Tidak melihat belinya berapa, kalau mau fair sebenarnya pertama harus dilihat, kalau bicara depresiasi nggak bisa hanya melihat absolute amount, harus bicara persentase," kata Teguh di Cilandak, Jakarta Selatan.

"Memang untuk tipe tertentu, contoh seperti seri 7 terutama tinggi itu depresiasinya jauh lebih besar. Dibanding yang product mass seperti Seri 3 dan X1," sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan penurunan harga jual kembali yang anjlok ini juga terjadi secara umum untuk segala merek, khususnya yang bermain di segmen premium.

"Seri 3 dan X1 market value-nya sangat bagus, nah memang harus diakui. Dan itu tidak terjadi di mobil Eropa saja, kita ngomong mobil Jepang. Misalkan Toyota Camry Crown, Honda yang Accord semua merek yang bermain di atas, yang premium. Semua depresiasinya pasti lebih besar dibanding (segmen kendaraan) yang di bawah," ujar Teguh.

Strategi BMW untuk menjamin agar tidak anjlok dengan menghadirkan program buy back guarantee. Program lain yang turut mendorong orang RI mulai menyasar BMW seperti garansi dan servis gratis. Setiap pembelian BMW di Astra akan mendapatkan 3 tahun garansi, 3 tahun perlindungan ban, 5 tahun servis berkala, 5 tahun keanggotaan AstraWorld dengan bantuan jalan raya 24 jam.


Latest News