news

09 Mar 2016

Diproduksi di RI, Kandungan Lokal Mesin Anyar Toyota R-NR Belum 100%

Diproduksi di RI, Kandungan Lokal Mesin Anyar Toyota R-NR Belum 100%

Diproduksi di RI, Kandungan Lokal Mesin Anyar Toyota R-NR Belum 100%

Pabrik mesin Toyota terbaru di Karawang resmi beroperasi. Pabrik tersebut memproduksi mesin bensin alumunium R-NR 1,3 liter dan 1,5 liter, meski diproduksi di Indonesia, kandungan lokal mesin tersebut belum mencapai hingga 100 persen.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Masahiro Nonami mengatakan kandungan lokal pada mesin baru R-NR saat ini baru mencapai angka 80 persen.

Alasannya, kesiapan material dari sisi pemasok belum cukup memadai untuk meningkatkan kandungan lokal pada mesin hingga 100 persen.

"Kandungan lokal 80 persen untuk mesin ini (R-NR). Kalau saya sebenarnya maunya 200 persen kandungan lokal tapi persiapan di sisi pemasok yang masih belum siap. Saat ini kami berupaya semaksimal mungkin dan mencapai 80 persen," ujar Nonami, Selasa (8/3/2016).

Director of Technical and Project Planning & Management TMMIN, Yui Hastoro menambahkan pencapaian kandungan lokal pada mesin R-NR belum 100 persen penuh disebabkan bahan mentah yang belum tersedia. Hal itu mengharuskan pihak TMMIN mengimpor bahan mentah dari negara lain untuk produksi R-NR.

"Raw material yang masih tergantung impor, belum 100 persen. Sama saja seperti baja untuk mobil penumpang, part-nya kita beli. Raw material masih kita impor," tambah Yui.

Dengan beroperasinya pabrik mesin terbaru Toyota, total keseluruhan produksi lokal untuk supplier TMMIN tingkat pertama berjumlah 135 perusahaan. Sebelumnya, TMMIN telah melibatkan 123 perusahaan pemasok lokal.

Sementara itu Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Panggah Susanto mengatakan pasar yang begitu besar di dalam negeri sebaiknya mendorong pelaku usaha industri otomotif untuk terus mengembangkan industri komponen guna memperdalam struktur industri otomotif.

"Indonesia akan terus memprioritaskan  pengembangan industri kendaraan bermotor dalam negeri, melalui usaha-usaha menarik investasi baru dan mendorong perluasan kapasitas industri yang ada," ujar Panggah.

Berkembangnya industri komponen diperhitungkan bisa menarik bagi investor untuk terus mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harga kompetitif.

detik.com

detik.com

detik.com

detik.com


Latest News