news

23 Feb 2016

Duo Merek China Berusaha Bertahan di Indonesia

Duo Merek China Berusaha Bertahan di Indonesia

Mengutip data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan dua produsen otomotif asal China, Chery dan Geely sepanjang 2015 cukup buruk. Tahun lalu, Chery sama sekali tidak jualan, sedangkan Geely hanya 135 unit.

Di awal 2016, kedua merek asal China itu juga minim melakukan aktivitas penjualan. Bahkan, Chery menghilang dari daftar penjualan mobil di dalam negeri.

Ketika dikonfirmasi, menurut Presiden Direktur Geely Mobil Indonesia (GMI) dan Chery Mobil Indonesia (CMI) Hosea Sanjaya, pihaknya sedang menyiapkan strategi agar bisa bertahan di pasar otomotif nasional.

“Kita sedang sesuaikan produk yang sebelumnya CBU (completely buit up), kemudian semua akan CKD (completely knock down) atau IKD (Incompletely Knocked Down),” ujar Hosea saat dihubungi KompasOtomotif, Senin (22/2/2016) sore.

Jika dilihat dari data Gaikindo, merek Chery memiliki tiga model yang statusnya masih diimpor utuh dari China dan Malaysia. Tiggo SX dari China, Tiggo GX, Eastar ES yang berstatus CBU Malaysia, dan Q22B dikirim utuh dari China. Sisanya seperti city car QQ S dan SX sudah CKD.

Sedangkan Geely, hanya model MK  yang statusnya sudah CKD, sisanya seperti LC, Emgrand hingga LC Cross diimpor utuh dari negara asalnya, China.

“Jadi nanti yang masih CBU akan kita CKD atau IKD-kan. Kita sedang upayakan itu,” kata Hosea.

Selama ini, proses perakitan Chery dilakukan di fasilitas grup Indomobil, sedangkan Geely di pabrik perakitan milik Astra di Gaya Baru Motor. Sampai saat ini, PT GMI memiliki lebih dari 15 cabang jaringan penjualan di seluruh Indonesia.


Latest News