news

02 Apr 2016

Gaikindo Minta

Gaikindo Minta "Tax Holiday" untuk Industri Komponen

Pada satu unit mobil setidaknya terdiri dari 2.000 jenis komponen yang terangkai menjadi satu kesatuan. Artinya, semakin besar nilai kandungan lokal lewat komponen bakal menguntungkan Indonesia.

Guna mencapai kondisi ideal itu, pemerintah perlu melakukan langkah kongret untuk mendukung industri komponen lokal. Pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan, kalau industri komponen lokal jauh tertinggal dengan negara tetangga, Thailand.

Jumlah perusahaan komponen lokal di Negeri Gajah Putih sudah mencapai ribuan, sedangkan Indonesia hanya ratusan.

“Kami mengusulkan ke pemerintah bahwa sebaiknya industri komponen yang baru masuk atau baru mau masuk diberikan insentif, misalnya tax holiday. Kita harus mengundang industri komponen masuk karena kita mau meningkatkan pemakaian komponen dalam negeri sebanyak banyaknya,” ujar Yongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Kemampuan komponen lokal yang membesar menyokong rencana pengembangan produksi mobil Indonesia. “Kan aneh kalau kita memproduksi mobil sampai 2 juta unit atau 3 juta unit (per tahun) tapi komponennya masih impor, harusnya kan dibuat dari dalam negeri. Jadi itu salah satu yang kita sampaikan,” ujar Yongkie lagi.

Akhir tahun lalu, kepengurusan Gaikindo periode sebelumnya pernah memaparkan draft road map (peta petunjuk) tentang pengembangan otomotif dalam negeri yang sudah disesuaikan dengan kondisi terkini. Di dalamnya termasuk rencana pembuatan “Indonesia Automotive Institute” agar pengembangan industri komponen bisa terpusat.

I Made Dana Tangkas yang saat itu menjadi Ketua Pengembangan Industri Otomotif Gaikindo, menjelaskan, peningkatan kandungan lokal bukan hanya soal komponen tapi juga peralatannya. Bantuan dari pemerintah yang diharapkan yaitu dukungan finansial buat pemasok lokal, suku bunga rendah, dan membuat strategi invetasi untuk investor baru. Regulasi yang ada menggiring setiap investor baru menyertakan peralihan teknologi.


Latest News