news

31 Mar 2016

Gajah Tunggal Bangun Fasilitas R&D Senilai Rp 1,34 Triliun

Gajah Tunggal Bangun Fasilitas R&D Senilai Rp 1,34 Triliun

Demi memperkuat daya saing dan bisa semakin menembus pasar global, produsen ban PT Gajah Tunggal membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D). Fasilitas ini merupakan terobosan untuk membuat ban-ban baru yang berkualitas.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengapresiasi langkah yang dilakukan Gajah Tunggal. Proving ground ini akan semakin meningkatakan kepercayaan konsumen di Indonesia maupun di luar negeri, apalagi 70 persen produksi ban Indoensia diekspor.

“Pembangunan R&D ini diharapkan menjadi salah satu prioritas bagi produsen ban. Pemerintah sangat mendukung upaya pengembangan ini, sebagai pertanda bahwa industri ban nasional memiliki kemampuan untuk menembus pasar global,” ujar Saleh Husin dalam siaran resmi yang diterima KompasOtomotif, Selasa (29/3/2016).

Saleh melanjutkan, investasi yang digelontorkan untuk fasilitas ini mencapai Rp 1,34 triliun. Menurut informasi, fasilitas ini merupakan pembangunan fase pertama, akan dioperasika pada Mei 2016. Ini akan digunakan untuk menguji ban kendaraan umum dan ban sepeda motor.

Christopher Chan, Presiden Direktur Gajah Tunggal menambahkan, untuk fase kedua, pembangunan rencananya dimulai tahun 2017 dan ditargetkan selesai pada akhir 2018 atau awal tahun berikutnya. Pembangunan memakan waktu lama, karena proyek ini sarat teknologi yang membutuhkan presisi tinggi dan kesesuaian dengan standar internasional.

“Beroperasi sejak tahun 1951, Gajah Tunggal mengoperasikan pabrik berkapasitas 23,2 juta ban mobil, truk dan bus, serta ban 33,25 juta ban sepeda motor. Jumlah tenaga kerja mencapai 13.944 karyawan. Orientasi pemasaran perseroan adalah ekspor dengan pasar utama adalah Amerika Serikat. Pada 2014, nilai ekspor Gajah Tunggal menembus 617,19 juta dolar AS,”  tutur Chan.


Latest News