news

26 Feb 2016

Garansindo Siap

Garansindo Siap "Terbang" pada 2017

Tahun lalu jadi waktu yang sulit buat Garansindo Inter Global sebagai distributor merek-merek Fiat-Chrysler di Indonesia. Beban besar datang dari kebijakan baru pemerintah soal Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan kenaikan pajak bea masuk alias import duty serta gejolak ekonomi yang belum kunjung reda.

Penjualan total Garansindo menurut data asosiasi kendaraan bermotor Indonesia, Gaikindo, mencapai 894 unit pada 2013. Lantas performa membaik menjadi 1.172 unit pada 2014. Setelah itu penjualan jatuh menjadi hanya 598 unit pada 2015.

“Sebenarnya semua sama kena dampak ekonomi, bukan hanya di Indonesia tapi global juga. Asia Tenggara turun karena tekanan ekonomi global. Nilai mata uang kita juga kena, pada 2015 orang menahan pembelian. Bukan hanya mobil saja, semua bisnis juga,” kata Muhammad Al Abdullah, Presiden Direktur Garansindo, via telepon, Kamis (24/2/2016).

Dampak perubahan iklim ekonomi terlihat dari hasil penjualan mobil keseluruhan. Pada 2013, pasar mobil di Indonesia untuk pertama kalinya mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 1,229 juta unit. Tapi tidak berlanjut ke 2014 yang terekam 1,208 juta unit lalu turun lagi ke level 1 juta unit pada 2015.

Menurut pria yang sering dipanggil Memet itu, menurunnya volume nasional pada 2015 imbas dari guncangan pada 2014. “2015 itu rubuh karena imbas hantaman industri pada 2014,” katanya.

2016

Meski sulit Garansindo tetap berusaha berdiri tegak. Memet mengatakan tahun ini sudah terlihat indikasi perbaikan. Garansindo yang baru saja menjadi pemegang merek Ducati di Indonesia dan bersiap menelurkan sepeda motor listrik murah menatap optimis tapi dikatakan tetap berhati-hati.

“Artinya kami tidak mau optimistis berlebih, ekspektasi berlebih. Kalau tahun ini stabil saya yakin pada 2017 kita akan ‘terbang’,” kata Memet.


Latest News