news

08 Mar 2016

Hibrida Bakal Menjangkit 50 Persen Produk Baru McLaren

Hibrida Bakal Menjangkit 50 Persen Produk Baru McLaren

Merek supercar asal Inggris McLaren mengumumkan strategi perusahaan dalam jangka menengah, berjuluk "Track 22". Fokus utama dalam rencana ini adalah mengubah portofolio model-model yang dipasarkan menggunakan teknologi listrik, hibrida, atau plug-in (hybrid).

Pihak McLaren, dilansir Carscoop, Sabtu (5/3/2016), mengaku telah menyiapkan dana tak kurang dari 1 miliar poundsterling atau Rp 18,5 triliun untuk mendanai divisi Riset dan Pengembangan perusahaan dalam enam tahun ke depan. Targetnya, setengah atau 50 persen dari model yang dipasarkan akan dibekali teknologi hibrida. Di sisi lain, perusahaan juga terus mengembangkan kemungkinan memproduksi supercar listrik murni.

Rencana ini juga termasuk di dalamnya, menyiapkan 15 model baru dan penyegaran untuk diluncurkan ke pasar. Setelah debut 570GT di Geneva Motor Show 2016, McLaren juga memastikan tengah menyiapkan varian Spider untuk model Sport Series mulai 2017.

Juga ada informasi seputar penggunaan identitas baru, "LT", yang disiapkan sebagai merek turunan (sub-brand) yang fokus untuk bersaing di ajang balap. Suksesnya model 675LT Coupe dan Spider di pasar, membuat perusahaan asal Inggris ini lebih optimistis.

15 Model Baru

"Rencana (bisnis) ini akan membuat kami terlihat meluncurkan 15 mobil baru, dalam beberapa jajaran kelompok model yang sudah ada, seperti keluarga Sports Series, Super Series, dan ltimate Series. Kami juga akan merekayasa satu mesin terbaru yang mendebut pada ujung rencana bisnis ini berakhir," kata Mike Flewitt, McLaren Automotive CEO.

Flewit juga mengatakan, target 50 persen model McLaren akan mengusung teknologi hibrida ada pada 2022. "Hibridaisasi sudah jelas menjadikan kelebihan dalam hal Karbondioksida dan konsumsi bahan bakar. Tapi, bagi kami yang utama adalah memberikan kemampuan dan kesenangan dari McLaren," kata Flewitt.


Latest News