news

22 Feb 2016

Hyundai Indonesia Incar Jadi Basis Produksi ASEAN

Hyundai Indonesia Incar Jadi Basis Produksi ASEAN

Jakarta, KompasOtomotif – Hyundai Mobil Indonesia (HMI) mengaku sudah meminta kepada prinsipal, Hyundai Motor Company (HMC), agar menambah model rakitan lokal. HMI butuh bisnis lokalisasi lebih besar untuk mengimbangi skema impor unit jual.

Semua model yang dijual HMI diimpor dari Korea Selatan dan India, kecuali MPV H-1 yang diproduksi secara completely knock down (CKD) di pabrik Hyundai di Bekasi, Jawa Barat. Produksi H-1 ditujukan untuk pasar domestik sekaligus ekspor, salah satu negara terbesar penerimanya adalah Thailand.

Presiden Direktur HMI Mukiat Sutikno mengatakan, selama ini kuota ekspor H-1 di antara 220 – 250 unit per bulan. Kinerjanya selama ini membantu HMI menghadapai tekanan nilai tukar rupiah yang terus melemah sejak beberapa tahun lalu.

HMI mengaku pada 2015 telah melakukan rombakan besar pada operasional bisnis karena sangat terpukul pelemahan rupiah. Jumlah pekerja telah berkurang dari sekitar 900 orang menjadi 730 orang.

“H-1 masih diproduksi. Memang sebenarnya pabrik itu membantu untuk otomotif, sebab sebenarnya ketika dollar Amerika Serikat (AS) naik sedikit pun berasa, dengan adanya pabrik berarti kan produk tersebut bisa dilokalisasi dan semuanya pasti menargetkan minimal 40 persen (konten lokal) tadi itu bisa diekspor,” kata Mukiat, Kamis (20/2/2016).

Sedang dipelajari

Mukiat mengemukakan, HMC sudah mulai terbuka bila Indonesia ingin menambah produk lokal. Namun diakui perbincangan masih seputar pilihan model yang tepat.

“Kami sudah pernah ngomong, mereka pun menanggapi cukup bagus tapi kembali lagi kami masih melihat pilihan produknya apa,” ujar Mukiat.

Produk impor HMI yang kini dijual di Indonesia, yakni hatchback i10, SUV kecil Tucson, SUV medium Santa Fe, dan sedan Sonata, dikatakan belum sesuai visibilitas produksi di Indonesia. Selain berharap bisa menambah produksi lokal, HMI juga berpandangan bisa menjadi basis produki model baru yang setidaknya memenuhi pasar Asia Tenggara (ASEAN).

Mukiat berujar produk baru paling tepat yakni MPV bawah sesuai dengan pasar terbesar mobil penumpang di Indonesia. Namun kendalanya, HMC tidak punya model seperti itu. Lagipula HMC masih menganut paham model global, artinya rancangan mobil tidak spesifik hanya untuk satu negara melainkan bisa diterima di seluruh pasar dunia.

“Kami tidak mau berjanji terlalu banyak, tapi untuk pasar Hyundai sekarang ini, mereka di India bisa bermain dengan leluasa, di AS basisnya belum besar tapi sudah stabil. Mereka yang belum itu di ASEAN, di situ Hyundai masih kecil,” ucap Mukiat.


Latest News