news

24 Mar 2016

Kalau Memaksa Mazda SkyActiv “Minum” Premium!

Kalau Memaksa Mazda SkyActiv “Minum” Premium!

Seperti sudah diketahui, mesin SkyActiv-G pada mobil Mazda di Indonesia memiliki rasio kompresi 1:13 yang ditentukan menggunakan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) minimal 90 atau setara Pertalite. Lantas bagaimana bila terpaksa “minum” RON 88 atau Premium?

Mazda Motor Indonesia (MMI) tidak menganjurkan mesin SkyActiv-G menggunakan RON 88, sebab bisa menimbulkan detonasi atau ngelitik (knocking). SkyActiv-G memiliki knocking sensor yang fungsinya mendeteksi ngelitik, jadi pengapian bisa dimundurkan buat menyesuaikan dengan kualitas bahan bakar lebih rendah, tapi tentu situasi ini tidak bisa terjadi terlalu lama.

Ketika pengapian mundur, torsi berkurang. Maka itu mesin jadi terasa kurang bertenaga memakai Premium.

Jakarta, KompasOtomotif – Seperti sudah diketahui, mesin SkyActiv-G pada mobil Mazda di Indonesia memiliki rasio kompresi 1:13 yang ditentukan menggunakan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) minimal 90 atau setara Pertalite. Lantas bagaimana bila terpaksa “minum” RON 88 atau Premium?

Mazda Motor Indonesia (MMI) tidak menganjurkan mesin SkyActiv-G menggunakan RON 88, sebab bisa menimbulkan detonasi atau ngelitik (knocking). SkyActiv-G memiliki knocking sensor yang fungsinya mendeteksi ngelitik, jadi pengapian bisa dimundurkan buat menyesuaikan dengan kualitas bahan bakar lebih rendah, tapi tentu situasi ini tidak bisa terjadi terlalu lama.

Ketika pengapian mundur, torsi berkurang. Maka itu mesin jadi terasa kurang bertenaga memakai Premium.

Febri Ardani Mesin Skyactiv-G 1.5L milik Mazda2.

Kondisi terpaksa SkyActiv-G meneguk Premium bisa macam-macam, salah satunya saat berada di daerah yang tidak menyediakan Pertalite. Kalau sudah begini apa yang harus dilakukan?

Menurut Sales Trainer MMI Ari Tristanto pengecualian mengisi tangki bahan bakar dengan Premium bisa saja dilakukan bila darurat. Tapi lebih baik hanya secukupnya hingga mendapatkan pasokan RON 90.

“Kalau perlu isi Pertamax Plus (RON 95) untuk menetralisir Premium,” katanya di Bandung, Sabtu (19/3/2016).

Petugas memeriksa alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, sebelum peluncuran di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). PT Pertamina (Persero) akan menjual Pertalite RON 90 pertama kali pada Jumat, 24 Juli mendatang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.Kondisi lain yang perlu diperhatikan yakni kualitasnya Premium belum tentu sama di daerah dan kota besar. Bila apes dapat yang buruk ujung-ujungnya jadi masalah.

Indikator check engine atau malfunction indikator lamp bisa menyala kalau kelamaan menggunakan Premium kualitas buruk. Ari juga mengatakan kalau bermasalah dengan pilihan bahan bakar garansi mobil bisa hangus.


Latest News