news

20 Feb 2016

Kata Hyundai Indonesia Soal

Kata Hyundai Indonesia Soal "Rating" 1 Bintang i10

Jakarta, KompasOtomotif - Hasil buruk rating 1 bintang buat mobil kota i10 dalam uji tabrak yang diungkap ASEAN NCAP pada pekan lalu wajar saja kalau buat gusar. Pasalnya model saudara Kia Picanto ini juga dijual di Indonesia.

Buat perlindungan penumpang dewasa i10 mendapat poin 4,40 yang tergolong 1 bintang, sedangkan untuk perlindungan anak kecil sebesar 79 persen atau masuk rating 4 bintang karena sudah dilengkapi dengan ISOFIX dan top tether.

Mobil yang diuji diproduksi dan dipasarkan di Malaysia. Perlengkapan keselamatan berkendara yang tersedia pada mobil uji yakni dua kantong udara dan Seatbelt Reminder (SBR) di kursi pengemudi.

Pada mobil yang beredar di pasar Malaysia, Anti-lock Braking Systeim (ABS) hanya tersedia pada varian tertinggi sedangkan Electronic Stability Control (ESC) tidak tersedia.

Produk terbaru Hyundai Grand i10 X yang diluncurkan hari ini, Rabu (10/6/2015)Beda

Hyundai i10 yang dijual di Indonesia bukan produksi Malaysia melainkan dari India. Dari sisi produk, spesifikasi i10 di Indonesia lebih rendah karena hanya memiliki satu kantong udara.

Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menjual i10 dalam tiga varian GL, X (Grand i10x), dan GLS. GL dan X tidak punya kantong udara, hanya GLS yang tersedia itupun cuma di depan pengemudi. ABS hanya fitur standar pada GLS, ESC tidak ada di semua varian.

"Uji di ASEAN NCAP yang dilihat adalah faktor pendukung keselamatan. Sebenarnya kalau di Eropa strukturnya juga dites. Jadi waktu dites itu strukturnya melindungi tapi penumpangnya cedera," kata Boyke A. Setyawan, Product Planning Head HMI di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

Maksud Boyke mengarah ke Hyundai Reinforced Body Structure yang dimiliki i10. Menurut situs resmi HMI, rancangan rangka itu berguna "menahan atau meredam benturan pada saat terjadi kecelakaan dengan membuat 'patahan' pada rangka mobil".

“Beli produk Hyundai itu seperti beli rumah yang strukturnya aman. Intinya pakai sabuk pengaman saja sudah aman, kantong udara kan lebih ke arah suplemen keselamatan,” jelas Boyke.


Latest News