news

11 Jan 2019

Malas Cuci Mobil Setelah Hujan Bikin Cat Ternodai

Malas Cuci Mobil Setelah Hujan Bikin Cat Ternodai

Mencuci mobil merupakan hal yang tidak boleh terlewatkan bagi pemilik kendaraan. Hal ini dilakukan agar kualitas cat mobil tetap terjaga dalam jangka waktu lama.

CEO Autoglaze Indonesia Robby Kurnia mengatakan bahwa air hujan mengandung zat asam yang berbahaya bagi permukaan lapisan cat mobil. "Hujan itu kan mengandung asam, mineral, dan sebagainya. Makanya kalau habis hujan enggak dilap, dia akan mengering kena sinar matahari," ungkap Robby.

"Sisanya kayak ada bercak garam, nah itu namanya water spot. Itu gunanya mobil harus dipoles, agar air langsung hilang tanpa membekas," tambah Roby.

 

Lebih lanjut bila sudah muncul swirl mark atau baret-baret halus ini, poles detailing menjadi jalan untuk menghilangkannya.

Cara mudah untuk menghindari bercak adalah langsung membilasnya dengan air bersih lalu dikeringkan sampai benar-benar tak lagi ada air yang tersisa.

"Habis kena hujan intinya harus dikeringkan, dengan dicuci atau dilap sampai kering. Kalau hanya disiram dengan air ya boleh juga, yang penting kotorannya sudah nggak menempel di permukaan cat," ungkap Roby.

Tak lupa Roby mengingatkan kepada pemilik mobil guna memerhatikan penggunaan kain yang digunakan. Sebelum memulai pengelapan, bila menggunakan chamois pastikan kotoran sudah tidak lagi menempel pada body mobil.

"Saat mengelap mobil juga ada tekniknya, pastikan kotoran rontok dulu. Kalau masih kotor dilap, problemnya cat bisa baret. Terus kalau dilap pakai chamois, dia juga akan baret. Karena chamois itu permukaannya flat, saat dilap kotoran menempel di permukaan chamois," ujar Roby.

"Beda dengan lap microfiber, yang punya pori-pori. Saat dipakai ngelap, kotoran masuk ke dalam. Sehingga tidak bikin baret bodi mobil. Kalau lap sudah kotor, kami ganti pakai lap yang baru. Kalau dirasakan, lap microfiber juga punya efek magnet. Dia bisa menyerap kotoran," tambahnya. 


Latest News