news

15 Apr 2019

Malas Merawat, Ini Risiko Mobil Berkelir Putih

Malas Merawat, Ini Risiko Mobil Berkelir Putih

Selain silver dan hitam, kebanyakan orang saat membeli mobil memilih warna putih. Bahkan bagi beberapa merek, warna ini justru menjadi favorit yang kerap selalu dipilih oleh konsumennya.

Secara estetika, warna putih memang terlihat lebih simple dan elegan. Namun pemilik mobil tidak boleh melalaikan yang namanya perawatan, karena seiring pemakaian warna putih bisa bertransisi menjadi menguning, akhirnya membuat tampilan kelir mobil terlihat kusam.

Kepala Bengkel Body and Paint Auto2000 Singosari Buddy Sukmawan, mengatakan pada dasarnya warna putih memiliki pigmen yang lebih berat dibandingkan warna lain. Dalam jangka waktu tertentu, pigmen tersebut bisa masuk ke dalam lapisan bawah cat, sementara campuran lain naik ke permukaan.

"Dengan sifat pigmen tersebut, maka dalam jangka waktu tertentu yang biasanya cukup lama akan membuat warna tadi menimbulkan efek menguning. Terutama untuk warna white pearl, itu cukup sering kejadian," ujar Buddy beberapa waktu lalu di Malang, Jawa Timur.

Dalam jangka waktu, menurut Buddy biasanya proses menguning pada kelir putih bisa terjadi saat mobil berusia di atas tiga tahun. Bahkan akan lebih cepat bila pemilik mobil terbilang jorok dalam merawat mobil, seperti jarang mencuci, parkir di tempat terbuka, dan kurang perawatan.

Ketika transisi atau peralihan warna mulai terjadi, akan sulit untuk mengembalikan kembali warna putih seperti semula. Walau dilakukan proses poles dan lain sebagainya pun, tidak jaminan kelir kembali cerah, salah satu penanganan yang bisa dilakukan pemilik mobil mau tak mau dengan cara melakukan cat ulang kembali.

 "Kalau dipoles itu tidak jaminan, kalau kotoran mungkin bisa di poles, tapi kalau menguning pada warna putih itu karena bukan hanya di permukaan tapi di bagian lapisan cat juga, maka solusinya di repaint kembali dengan catatan kembali ke warna standar," ucap Buddy.


Latest News