news

03 Mar 2016

Mana Mesin Toyota C-HR yang Cocok untuk Indonesia?

Mana Mesin Toyota C-HR yang Cocok untuk Indonesia?

Toyota menjawab tantangan tren mobil dunia dengan C-HR, crossover yang siap bersaing head to head dengan pemain lain yang sudah menikmati manisnya segmen ini. Banyak mata menantikan kehadiran pesaing Honda HR-V dan Nissan Juke itu, terutama pasar Eropa.

Meski begitu, model ini jelas bukan cuma diciptakan untuk Eropa. Buktinya, Toyota memberi tiga pilihan mesin yang bisa disesuaikan dengan kebiasaan dan permintaan masing-masing pasar. Salah satunya adalah hybrid yang makin populer.

Tipe hybrid hampir sama dengan yang dimiliki Prius generasi terbaru, yakni 1.800 cc, bekerja dengan motor elektrik untuk membangkitkan tenaga 120 tk. Mesin ini sudah terbukti tangguh dan dianggap cukup untuk menggerakkan C-HR meski akan mengalami beberapa perubahan.

Kalau tak suka sistem hibrida, pilihan lain adalah 1.200 cc bensin 4-silinder turbo bertenaga 133 tk. Inilah wujud lain dari mesin yang digunakan Toyota Auris di Eropa. Apalagi, downsizing turbo (mengecilkan kapasitas mesin tapi menaikkan tenaga dengan turbo) mulai jadi tren dunia.

Pilihan lain, lebih besar, dan kemungkinan cocok untuk pasar di Amerika Serikat, adalah mesin 2.000 cc 4-silinder naturraly aspirated. Semua pilihan mesin (kecuali hybrid) dipasangkan dengan dua pilihan transmisi, yakni manual 6-percepatan dan CVT.

Menariknya, andai dipasarkan di Indonesia, kira-kira mesin apa yang paling sesuai? Hybrid kemungkinan masih jauh, karena selain terbentur dengan regulasi, kesiapan orang Indonesia dan infrastruktur belum begitu memadai.

Paling dekat bisa jadi 1.200 cc bensin 4-silinder turbo. Selain lebih menggoda dengan peranti turbo, beberapa pesaing sudah menggunakan kapasitas mesin sekelas. Namun, opsi lain dengan pilihan lain seperti 1.500 cc NZ-FE (buat Yaris dan Vios) bisa jadi ditanamkan, mengingat HR-V juga pakai basis mesin Jazz.

Semua masih bisa terjadi dan cukup jauh untuk diputuskan. PT Toyota Astra Motor (TAM) bahkan sudah menyatakan bahwa fokus pihaknya belum mendapat arahan dari prinsipal tentang C-HR, yang memang untuk saat ini fokus untuk menggoda pasar Eropa.


Latest News