news

19 Mar 2016

 Maserati Recall Mobil di Indonesia

Maserati Recall Mobil di Indonesia

 

Maserati Recall Mobil di Indonesia

Maserati Recall Mobil di Indonesia

Jakarta -Maserati Indonesia melakukan kampanye keselamatan (safety campaign) untuk mobil Ghibli dan Quattroporte. Pemilik mobil diminta ke bengkel untuk memperbaiki cover pedal dan karpetnya.

“Benar ada safety campaign, berapa unitnya masih diinventarisir. Akan ada pembaruan pada cover pedal dan karpet,” ujar Public Relation Manager Maserati Indonesia, Ismail Ashlan kepada detikOto, Jumat (18/3/2016) .

Maserati Indonesia menerima informasi pemberitahuan recall dari prinsipal di Italia pada 14 Maret lalu. Konsumen akan dipanggil ke bengkel bulan depan.

“Kemungkinan bulan depan, karena suku cadangnya masih datang dari Italia. Perbaikan ini bebas biaya,” ujarnya.

Mobil-mobil yang harus diperbaiki sudah terdeteksi, dan Maserati sudah menghubungi konsumennya.

“VIN (Vehicle Identification Number)-nya sudah terdeteksi, kami informasikan langsung dan selanjutnya akan ada tahap berikutnya diinformasikan langsung kepada pemilik kendaraan yang masuk ke safety campaign ini,” ujarnya.

Dia menekankan recall ini belum mengakibatkan kejadian fatal atau korban meninggal. “Baru ada report keluhan saja, yang paling banyak di Amerika,” jelasnya.

Di Amerika, Maserati menarik 28.235 unit mobil atas indikasi masalah karpet mobil yang bisa terjebak di pedal gas. Badan Keselamatan Lalu Lintas Nasional Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengatakan bagian karpet pada sisi pengemudi berbahaya.

Hal itu dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan karena karpet tersebut dapat berpindah dan terjebak pada akselerator mobil. Mobil dapat melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi dan berujung pada kecelakaan bahkan kematian.

"Jika floor mat bergerak dan terjebak di antara akselerator dan karpet mobil, bisa menyebabkan kecepatan mobil akan sangat tinggi. Itu dapat menyebabkan kecelakaan, cedera serius bahkan kematian," jelas NHTSA memberi pernyataan.

Insiden ini mirip dengan recall yang menimpa mobil-mobil Toyota beberapa tahun lalu.

detik.com


Latest News