news

30 Mar 2016

Mencicipi Sedan Termewah Mazda

Mencicipi Sedan Termewah Mazda

Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

Jakarta/Bandung - Sedan flagship terbaru Mazda, New Mazda6 diklaim memberikan kenyamanan. Sebab, Mazda6 memegang pedoman Jinba-Ittai dari Mazda yang berarti sebagai rasa satu kesatuan antara pengemudi dan kendaraan.

Belum lama ini, detikOto mendapat kesempatan menguji Mazda6 dari Bandung hingga kawasan Senayan, Jakarta tanpa berhenti. Saat menjajal Mazda6 ini, detikOto ditawarkan beragam fitur canggih dan sistem hiburannya.

Sambil menikmati kenyamanan berkendara, detikOto juga bisa merasakan kecanggihan fitur-fiturnya. Fitur keselamatan aktifnya membuat detikOto merasa lebih aman dan nyaman mengendarai Mazda6 ini.

Selain itu, performa mesinnya juga mampu membuat mobil ini melibas tol Cipularang hingga Jakarta dengan mudahnya. Menjangkau kecepatan tinggi tak lama, apalagi dengan adanya mode Sport.

 

Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

1. Tampilan eksterior

detikOto ingin membahas soal desain eksterior terlebih dahulu. Maklum, Mazda memberikan tampilan luar yang baru pada sedan andalan Mazda ini. Tampilan luar Mazda6 terlihat cukup mewah.

Mazda6 menampilkan grill penutup radiator dengan desain terbaru dari sayap signature ciri khas Mazda yang bersinar pada saat malam atau kondisi gelap. Bagian depan sudah dihiasi dengan lampu utama dan lampu kabut LED.

Bodi Mazda6 ini dirancang untuk memberikan nuansa energi. Bagian samping sedan ini juga dihias oleh pelek berdiameter 19 inci berbahan aluminium berkualitas tinggi yang lebih gelap.

Lampu LED juga mempercantik bagian belakang Mazda6. Sebuah garnish yang menghubungkan dua lampu kombinasi belakang di kanan-kirinya membuat tampilan belakang Mazda6 lebih cantik.

Mazda6 ditawarkan dengan pilihan warna  Soul Red Metallic, Meteor Grey Mica, Jet Black Mica, Snowflake White Pearl Mica dan Sonic Silver Metallic.

Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

2. Interior

Mazda6 merupakan sedan flagship Mazda. Untuk itu, interiornya pun harus dibuat apik. Bahan-bahan berkualitas melapisi bagian interior Mazda6. Fitur-fitur unggulan interior dari Mazda6 yang menampilkan kemewahan dan mengutamakan kenyamanan pengemudi.

Terdapat desain terbaru pada panel indikator dan perangkat kontrol. Penggunaan jahitan ekstra pada penutup perangkat kontrol menghiasi interior mobil ini.


Saat lampu kabin dinyalakan, cahaya berwarna putih memberikan penerangan di seluruh panel. Selain itu, ada juga cup holder dengan penutup dan penyangga yang bisa disesuaikan posisinya.



Posisi jok dan setirnya bisa disesuaikan. Hal itu membuat kenyamanan mengendarai Mazda6 lebih terasa. Apalagi, kenyamanan tempat duduk depan didukung oleh ruang bahu seluas 1.450 mm.

Desain meteran ditampilkan dalam layar 3,5 inci. Layar itu menampilkan informasi seperti status sistem i-ELOOP, sistem i-STOP dan fungsi i-ACTIVSENSE.

Sama seperti Mazda CX-5, Mazda6 kini telah mengadopsi sistem Electric Parking Brake. Sistem itu memudahkan pengemudi untuk menghidupkan dan mematikan rem secara otomatis dengan menarik atau menekan tombol yang terletak di konsol tengah.

Sementara sistem hiburannya, Mazda6 dilengkapi dengan MZD Connect. Penghuni mobil in bisa menikmati web content (SNS dan radio internet), media sosial, dan musik pada perangkat yang dihubungkan melalui sistem konektivitas, dan dilengkapi dengan layar sentuh berwarna berukuran 7-inch beresolusi tinggi yang dihasilkan dari Thin Film Transistor (TFT).

Sistem hiburan bisa dioperasikan melalui multi?function Commander control, Steering wheel mounted audio dan Bluetooth command switches. Pendukung sistem hiburan itu adalah paket audio Bose 11?speaker premium audio system with AudioPilot 2 noise compensation dan Centerpoint 2 surround sound technology.

Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

3. Handling dan Kenyamanan

Masih sama seperti Mazda CX-5, Mazda6 menggunakan teknologi SKYACTIV-CHASSIS. Teknologi itu mewujudkan kombinasi ideal dari kemampuan kontrol dan kenyamanan berkendara berkat optimalisasi sistem suspensi dan kendali.

Sistem suspensi memiliki suspensi strut di depan dan multi-link di bagian belakang. Selain itu, teknologi electric power-assisted steering (EPAS) membuat putaran setir lebih mudah.

Kebetulan, detikOto menggunakan Mazda6 ini lebih banyak berada di tol sehingga belum bisa merasakan handling maksimal pada saat meliuk-liuk di jalan berliku. Namun, untuk berpindah-pindah jalur di tol, mobil ini masih terasa stabil.

Sementara itu, soal kenyamanannya, detikOto tak merasa lelah saat mengendarai Mazda6 dari Bandung hingga Jakarta nonstop. Posisi duduk sebagai pengemudi dengan mudah menjangkau setir, pedal dan perangkat lainnya sehingga tidak membuat mobil tidak pegal saat perjalanan jauh.


Mencicipi Sedan Termewah Mazda

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 29/03/2016 11:17 WIB

Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 5 dari 7 Next »
Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

4. Performa mesin

Mazda6 mengadopsi mesin SKYACTIV-G 2.5L. Mesin 2.488 cc, 4 cylinder inline, DOHC, 16-katup itu dilengkapi dengan injeksi bensin langsung yang didukung oleh Dual-S-VT (Sequential Valve Timing) dan ETC (Electronic Throttle Control). Mesin ini pun memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi yaitu 13:1.

Mesin dikawinkan dengan teknologi SKYACTIV-DRIVE yang terdiri dari transmisi otomatis enam percepatan. Transmisi itu memberikan nuansa langsung seperti transmisi manual dengan perpindahan gigi yang mulus.

Teknologi kontrol pada SKYACTIV-DRIVE mengubah transmisi torsi dan waktu perpindahan gigi sesuai dengan kecepatan ketika pengemudi menggerakan pedal akselerator.

Perpindahan gigi pada transmisi itu terbilang halus. Posisi gigi juga bisa dinaikkan atau diturunkan secara manual menggunakan paddle shift di balik setir atau melalui tuas persneling.

Berawal dari dalam kota Bandung, detikOto menemui beberapa titik kemacetan saat mengendarai Mazda6 ini. Namun, dengan sistem i-stop, mobil ini bisa lebih irit.

Fitur itu dapat menghemat bahan bakar dengan cara mematikan mesin sat pedal rem di tekan dan mobil berhenti. Namun, ketika kaki beranjak dari pedal rem, mesin otomatis kembali menyala.

Sistem i-stop selalu mematikan mesin pada posisi piston yang tepat dan siap untuk pembakaran berikutnya. Dengan begitum restart mesin lebih responsif dan lebih halus untuk pengalaman berkendara yang mulus.

Sistem itu juga bekerja dengan memonitor suhu mesin, suhu kabin dan input pengemudi ke pedal rem, tuas persneling dan roda kemudi.

Memasuki tol, saatnya untuk merasakan performa sedan ini. Hasilnya terasa, Mazda6 ini cukup responsif. Mobil melaju mengikuti injakan pedal gas tanpa ada jeda waktu.

detikOto juga terkesan dengan mode Sport yang ada pada Mazda6 ini. Saat mode Sport diaktifkan, posisi gigi terasa turun sehingga RPM langsung naik. Mode sport seaara otomatis membuat RPM berada di posisi yang tepat untuk menyajikan entakan torsi dan tenaga yang maksimal.

Ketika mode Sport aktif, putaran mesin berada di kisaran 3.000-an rpm. Mendapatkan kecepatan tinggi pun tidak sulit karena torsi dan tenaga langsung terasa di rentang RPM itu.

Hal itu membuat detikOto merasa sangat mudah untuk menyalip kendaraan di depan menggunakan mode Sport. Dengan menggunakan mode Sport dan pengoperasian paddle shift, detikOto merasa seperti membawa mobil berperforma tinggi.

Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

5. Fitur-fitur canggih

Sama halnya dengan Mazda CX-5, Mazda6 memiliki fitur keamanan aktif canggih yaitu teknologi i-ACTIVSENSE. Teknologi itu terdiri dari berbagai macam elemen yang menggunakan radar, laser dan kamera untuk memantau jalan dan sekelilingnya.

Mazda6 sudah dilengkapi dengan Adaptive LED Headlamps (ALH). ALH adalah sistem yang dirancang untuk mencapai daya pandang yang ideal dan jelas pada saat malam hari seperti layaknya berkendara di siang hari.

Terdapat 3 komponen dalam ALH, yaitu Glare?Free High Beam yang mendeteksi posisi kendaraan di depan maupun yang datang dari arah berlawanan, serta mematikan beberapa bagian dari lampu multi-LED sehingga tidak menyilaukan pengendara lain, Wide?Range Low Beam yang akan aktif di kedua sisi mobil dengan jangkauan lebar serta Highway Mode yang berfungsi untuk melebarkan jangkauan penglihatan pengendara dengan meninggikan poros cahaya pada saat kecepatan tinggi.

Sayang, detikOto tidak bisa merasakan kecanggihan fitur lampu-lampu itu. Soalnya, detikOto mengendarai Mazda6 ini pada siang hari.

Selain itu, Mazda6 memiliki fitur Lane?keep Assist System (LAS). Sistem ini mencegah perpindahan jalur apabila pengendara menyetir kurang hati-hati serta menjaga pengendara untuk tetap menyetir di jalur yang aman.

Sistem lainnya adalah Lane Departure Warning System (LDWS).  LDWS memberikan peringatan kepada pengemudi apabila ada perpindahan jalur yang tidak disadari pada kecepatan 60 km/jam atau lebih. Sistem ini sangat diperlukan jika pengemudi mengantuk atau lengah.

detikOto sempat menguji fitur itu dengan sengaja untuk merasakan kecanggihannya. Di jalan tol dengan kondisi jalan yang lengang, detikOto melintasi marka jalan dengan garis putus-putus tanpa menyalakan lampu sein. Simulasinya seperti ingin berpindah ke jalur sebelah kanan namun tidak menyalakan lampu sein.

Ketika ban sebelah kanan sudah melintasi marka jalan, terdapat peringatan yang timbul berupa suara getaran. Setir pun terasa sedikit 'melawan' ketika detikOto ingin melanjutkan berpindah jalur. Tapi untuk meredakan peringatan itu, detikOto kembali ke jalur sebelah kiri. Ternyata, agar tak keluar bunyi peringatan, pengemudi harus menyalakan lampu sein ketika hendak berpindah jalur.

Fitur canggih selanjutnya adalah Advanced Blind Spot Monitoring dengan Rear Cross Traffic Allert yang juga terdapat di Mazda CX-5. Sistem ini menggunakan Radar bergelombang 24GHz dan terletak di belakang kendaraan.

Fitur itu berfungsi untuk mendeteksi dan menginformasikan pengemudi akan adanya kendaraan lain yang mendekati dalam jarak 50 meter dari belakang maupun dari jarak blind spot kendaraan. Di bagian ujung kaca spion akan ada lampu peringatan jika di belakang mobil terdapat kendaraan lain.

Ketika detikOto menyalakan lampu sein untuk berpindah jalur dan ada mobil di belakang, terdengar suara peringatan. Hal itu membuat detikOto lebih berhati-hati sebelum berpindah jalur.

Fitur canggih selanjutnya pada Mazda6 adalah Driver Attention Alert (DAA). Dengan canggihnya, sistem itu mampu mendeteksi kelelahan pengendara dan memberi anjuran untuk beristirahat.

Ketika mobil melaju pada kecepatan 65 km/jam atau lebih selama 20 menit, secara otomatis sistem akan menyimpan dan menganalisa data perilaku berkendara pengemudi. Jika pengemudi menyimpang dari data perilaku atau jika waktu mengemudi sudah melampaui 2 jam, sistem DAA akan aktif dan
menyimpulkan bahwa pengemudi sudah lelah dan fokus dalam menyetir sudah berkurang, sehingga muncul peringatan di layar beserta peringatan lewat suara.


Mazda6 juga dilengkapi sistem Smart City Brake Support (SCBS). Bedanya dengan CX-5, sistem SCBS pada Mazda6 ini dikembangkan juga di bagian belakang kendaraan.

SCBS Front membuat rem bekerja secara otomatis untuk menghindari atau mengurangi benturan dengan kendaraan roda empat di depan dalam kecepatan 4-30 km/jam, misalnya di area dalam kota. Sementara SBCS Rear terletak di belakang mobil yang terdapat sensor gelombang ultrasonic di bagian bemper kendaraan.

Sistem ini mendeteksi adanya objek atau halangan di bagian belakang kendaraan, dengan memberi peringatan di layar dan mengaktifkan rem seperti di SCBS Front. Sistem ini aktif pada kecepatan 2-8 km/jam sehingga membantu saat memarkir kendaraan.

Mencicipi Sedan Termewah Mazda Foto: Rangga Rahadiansyah

6. Kesimpulan

Mengemudi Mazda6 dari Bandung hingga Jakarta nonstop tidak melelahkan. Posisi duduknya sangat pas untuk menjangkau perangkat kemudi seperti setir, pedal atau persneling.

Performanya juga bisa diandalkan. Untuk mendapatkan kecepatan tinggi di jalan tol tak butuh waktu lama. Apalagi dibantu dengan mode Sport.

Mazda6 juga sudah memiliki beragam fitur keselamatan yang canggih. Mazda6 yang sejatinya berasal dari Jepang ini terlihat seperti mobil-mobil dari Eropa.

Namun, agar beberapa fitur keselamatannya aktif, terdapat beberapa 'syarat' seperti kecepatan mobil.


Latest News