news

17 Feb 2016

Mitsubishi: Ratusan Pekerja Bukan PHK, Tapi Pensiun Dini

Mitsubishi: Ratusan Pekerja Bukan PHK, Tapi Pensiun Dini

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melaporkan dua pabrik Mitsubishi di Indonesia telah mengambil opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) 300 pekerja karena rasionalisasi atas tekanan menurunnya operasional.

Tetapi, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) membantah telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM).

Berdasarkan keterangan resmi KTB, Selasa (16/2/2016) malam, KRM hanya melakukan Early Retirement Program (ERP) atau program pensiun dini (pendi) yang ditawarkan kepada para karyawan dan program ini bersifat sukarela dan tanpa ada paksaan sedikit pun dari pihak perusahaan.

Melalui program ini para karyawan mendapat benefit yang baik dan berbeda dengan yang diberitakan sebelumnya. PT KRM mempekerjakan sekitar 1.800 orang karyawan. Dari jumlah ini, karyawan yang telah mengambil program ERP ini berjumlah sekitar 183 orang, sehingga saat ini total karyawan yang masih atau tetap bekerja di PT KRM adalah sekitar 1.600 orang.

Program ini, menurut KTB dilatarbelakangi oleh penurunan permintaan kendaraan secara nasional. PT Krama Yudha Ratu Motor itu sendiri merupakan bagian dari Krama Yudha Mitsubishi group, dengan bidang usaha sebagai pabrik perakitan kendaraan Mitsubishi di Indonesia, untuk kendaraan niaga (Colt Diesel dan Fuso), kendaraan niaga ringan (Colt L300, Colt T120ss), dan kendaraan penumpang (Outlander Sport).

Mitsubishi mengklaim, informasi tersebut tidak mempengaruhi penjualan dan purna jual yang prima dari Mitsubishi di Indonesia


Latest News