news

30 Nov 2015

Mobil Bertemu Jalanan Banjir, Ini Triknya

Mobil Bertemu Jalanan Banjir, Ini Triknya

Mobil Bertemu Jalanan Banjir, Ini Triknya

Jakarta -Musim hujan datang, biasanya genangan air atau banjir timbul di jalanan. Namun sejatinya, semua mobil tidak didesain untuk menaklukkan genangan air yang terlalu tinggi.

Untuk itu, jika Anda dihadapi dengan genangan air, disarankan untuk menghindari genangan tersebut. Namun, tetap saja ada yang diburu waktu sehingga satu-satunya pilihan adalah menerobos banjir.

"Fitrahnya mobil memang tidak didesain untuk menyelam. Sebisa mungkin kita hindari itu. Mobil semahal apapun tidak bisa direndam," kata Iwan Abdurrahman dari Technical Service Toyota Astra Motor (TAM) saat memberikan coaching clinic di acara Amazing Rush yang diadakan detikOto dan Toyota di Ancol, Jakarta, Minggu (29/11/2015).

"Kalau terpaksa, pastinya adalah memastikan keadaan yang aman, seberapa tinggi airnya," lanjutnya.

Jika ingin tetap menerobos banjir, saran Iwan adalah perhatikan posisi knalpot dan air intake pada mobil. Jangan sampai kedua bagian itu terendam banjir.

"Knalpot dan intake jangan terendam. Intake itu tingginya kira-kira 73-74 cm. Kira-kira setinggi logo Toyota di grile Toyota Rush. Kalau itu kemasukan air, ya wassalam," ujar Iwan.

Fungsi air intake adalah menyedot udara untuk dicampurkan dengan bahan bakar agar pembakaran sempurna. Kalau air masuk melalui air intake, maka nantinya akan terjadi water hammer.

"Ada istilahnya water hammer, air masuk ke ruang bakar, ledakan air bisa melebihi bensin, ledakannya lebih menggelegar. Akibatnya piston retak, atau blok mesin bolong," jelas Iwan.

Anda juga harus menghitung-hitung seberapa tinggi air genangan. Jika air menyentuh knalpot, Anda masih bisa melalui genangan tersebut dengan perhitungan yang tepat.

"Lihat kondisi di depan. Kalau akan terendam dan di depan akan macet itu bahaya. Selama Anda bisa menahan RPM terus tinggi sih monggo," katanya.

Iwan memberikan tips jika Anda tetap ingin menerobos banjir. Dia mengatakan, usahakan transmisi mobil berada di posisi terendah.

"Pertahankan putaran mesin di 2.000 RPM biar knalpot enggak kemasukan air. Kemudian gigi paling rendah. Gigi 1 kalau manual, L kalau matik. Rpm dipertahankan jangan berubah," saran Iwan.

Dia menyebut, setelah banjir kerap ada masalah yang timbul pada mobil. Biasanya seperti rem dan bagian kaki-kaki harus segera dibersihkan.

"Banjir apalagi di Jakarta kan airnya bukan hanya air hujan, tapi banyak campuran lain. Pertama masalah rem, kalau bisa jangan didiemin, rem dipakai untuk melancarkan semua komponen supaya bergerak. Cuci segera terutama bagian kolong. Jadi campuran dari minyak, garam bisa dibersihkan," sebutnya.

Namun tetap, Iwan menegaskan, kalau bisa banjir yang tinggi dihindari. Sebab, ada beberapa bagian seperti sistem elektik, karpet atau jok yang tidak boleh terkena air kotor.


Latest News