news

17 Feb 2016

      Otomotif / News   BMW dan Lexus Rebutan Tahta Merek Premium Terlaris

Otomotif / News BMW dan Lexus Rebutan Tahta Merek Premium Terlaris

Januari lalu, BMW sudah mengklaim sebagai merek mewah terlaris di dunia pada 2015, melampaui pesaingnya dari Jepang, Lexus, dan kompatriot sesama Jerman, Mercedes-Benz. Kemenangan itu berdasarkan data manufaktur, tetapi ternyata hasilnya beda bila ditinjau dari jumlah registrasi mobil baru.

Menurut datanya sendiri, BMW mengatakan, selama 2015 menjual 346.023 unit, sedangkan Lexus di posisi kedua dengan 344.601 unit, dan Mercedes-Benz tanpa mobil komersial sebesar 343.087 unit. Perusahaan peneliti pasar Polk telah merilis data registrasi mobil 2015 pekan lalu. Hasilnya, Lexus nomor satu dengan 340.392 unit, Mercedes-Benz 337.288 unit, dan BMW 335.259 unit.

Lantas kenapa bisa berbeda? Analis Tom Libby menjelaskan, ada dua metode penghitungan. Pada data registrasi cenderung menghambat penghitungan penjualan mobil. Pasalnya, pembelian mobil baru pada akhir tahun kemungkinan baru teregistrasi pada Januari 2016. Dari situlah beda signifikan dengan data manufaktur.

Namun, dengan begitu, ada pertanyaan lain, apakah hitungan registrasi mobil pada 2015 juga menampung penjualan mobil pada akhir 2014?

Lexus mengatakan, data registrasi adalah penghitungan lebih baik untuk mengukur penjualan ritel atau ke konsumen.

“Memimpin penjualan mobil mewah diukur dari registrasi kendaraan penting buat Lexus sebab itu merepresentasikan konsumen datang menuju diler kami,” ujar General Managaer Lexus Jeff Bracken pada pekan lalu, seperti diberitakan Automotive News, Senin (15/2/2016).

Mercedes-Benz

Kejadian seperti ini juga pernah terjadi antara Mercedes-Benz dan BMW pada 2012. BMW mengklaim memimpin penjualan, tetapi Mercedes-Benz yang unggul dalam data registrasi mobil baru.

“Sejauh yang kami peduli, kamilah pemimpin di segmen mewah, setidaknya ketika kita bicara tentang berapa banyak mobil di tangan konsumen. Volume bisa menipu. Registrasi, belum tentu,” kata Steve Cannon, CEO Mercedes-Benz USA saat itu.


Latest News