news

04 Mar 2016

Peluang Mitsubishi Jual SUV Tercanggihnya Makin Tipis

Peluang Mitsubishi Jual SUV Tercanggihnya Makin Tipis

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sudah sejak awal 2015 menyampaikan keinginannya menjual Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) di Indonesia. Namun, samoai saat ini belum juga terlaksana, karena ada beberapa kendala seperti masalah homologasi dan subsidi dari pemerintah.

Ketika dikonfirmasi lagi, Presiden Direktur KTB Hisashi Ishimaki, menjelaskan, kemungkinan Outlander PHEV dijual di Indonesia semakin kecil. Sebab, sampai saat ini usaha yang dilakukan KTB untuk menjual mobil ramah lingkungan itu belum membuahkan hasil.

“Kami terus berusaha agar pemerintah mau memberikan insentif atau subsidi pajak, tetapi rasanya sulit. Jadi kemungkinannya kecil,” ujar Ishimaki kepada KompasOtomotif, di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (1/3/2016).

Pemerintah, kata pria asal Jepang itu, tidak merespons permintaan KTB soal subsidi pajak. Seharusnya, menurut Ishimaki, pemerintah Indonesia mau memberikannya, sebab di negara lain mobil ramah lingkungan mendapatkan insentif pajak sehingga harganya menjadi lebih murah.

“Kalau tidak diberikan insentif, harga jual di Indonesia akan sangat tinggi. Sehingga sulit untuk kita jual,” kata Ishimaki.

Selain itu, kendala lainnya adalah, sport utility vehicle (SUV) tercanggih Mitsubishi itu memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin 2.0L DOHC MIVEC dipadu dengan motor listrik bertenaga baterai Lithium-ion bertegangan 300 volt dan berkapasitas 12 kWh.

Masalahnya, ruang yang seharusnya menjadi tempat ban cadangan digunakan untuk meletakan baterai. Regulasi uji tipe di Indonesia menyatakan, semua model yang dijual wajib memiliki ban cadangan.

“Regulasi ban cadangan juga menjadi masalah. Karena Outlander PHEV itu memang tidak memiliki ban cadangan. Jadi menurut saya sangat sulit sekali,” ucap Ishimaki.


Latest News