news

09 Oct 2019

Penduduk Warga di Negara Maju Masih Belum Percayakan Mobil Bisa Nyetir Sendiri

Penduduk Warga di Negara Maju Masih Belum Percayakan Mobil Bisa Nyetir Sendiri

Ilustrasi mobil otonom. Foto: BMW

Industri otomotif tengah bergerak menuju otonom level 5 alias mobil dapat mengemudikan sendiri tanpa campur tangan manusia. Namun teknologi otonom itu masih menjadi tantangan sebab banyak pemilik mobil yang enggan mengadopsi, bahkan di negara maju seperti Inggris.

Hal ini ditemukan dari hasil studi Automobile Association (AA) di Inggris. Disebutkan pengendara belum siap melepaskan tangan dari roda kemudi dan menyerahkan kendali pada mode otonom.

Hanya 23 persen jejak pendapat dari 21.039 orang yang menunjukkan mereka akan percaya sepenuhnya pada teknologi otonom. Ini menandakan masih banyak orang bahkan di negara maju pun menolak seseorang untuk berkendara tanpa ada campur tangan manusia.

"Seiring berkembangnya teknologi otonom, hampir setengahnya tidak bisa membayangkan ketika melepas mobil," kata Presiden AA Edmund.

Ia menyarankan kepada produsen mobil agar tidak menghilangkan campur tangan manusia yang sudah lekat saat berada di dalam mobil.

"Kita tidak boleh meremehkan kepentingan budaya dari mobil," kata Edmund seperti dikutip dari ITV, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut, 9 dari 10 pengemudi mengatakan mereka tidak percaya mobil otonom bisa mengambil keputusan yang tepat saat terjadi sesuatu. Mereka juga akan menerima teknologi otonom namun tanpa menghilangkan kendali manusia.

Dalam survei tersebut juga ditemukan sebanyak 59 persen menginginkan agar mobil otonom memiliki fitur cruise control dan 58 persen memilih automatic emergency braking.

"Mobil saat ini kurang lebih masih sama dengan 100 tahun. Tetapi selama dekade ke depan akan melihat banyak perubahan dari 50 tahun yang lalu," kata Edmund.

"Tidak ada keraguan kemajuan teknologi bisa menyelamatkan nyawa serta membantu mobilitas untuk orang tua, difabel, dan anak muda," tambah Edmund.


Latest News