news

12 Mar 2016

Berita Sewa dan Rental Kendaraan

Peneliti ITB Prediksi Mobil Listrik akan Jadi Tren Dunia di 2020

Peneliti ITB Prediksi Mobil Listrik akan Jadi Tren Dunia di 2020

Peneliti ITB Prediksi Mobil Listrik akan Jadi Tren Dunia di 2020

Jakarta -Beberapa negara tetangga, termasuk negara maju di dunia mulai masuk pada pengembangan mobil bertenaga listrik. Indonesia juga mulai menggagas kembali industri mobil nasional pasca tiarap.

Mobil listrik diproyeksi bakal merambah di mana-mana pada tahun 2020. Proyeksi ini disampaikan oleh Ketua Tim Mobil Listrik Nasional dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, usai diskusi Mobil Listrik Nasional di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

"Mobil listrik akan jadi tren dunia di 2020," ujar Agus.

Maka dari itu, Indonesia harus memulai pengembangan mobil listrik. Pengembangan bisa dilakukan terhadap komponen utama seperti baterai, badan, hingga motor.

Bila kesempatan ini tak diambil, Agus mengaku Indonesia bakal tertinggal atau bahkan akan menjadi pasar mobil listrik impor.

"Kalau tidak kita jadi market, kita jadi pasar," sebutnya.

Agus mengaku sumber daya manusia Indonesia mampu mengembangkan mobil listrik, terbukti dengan lahirnya berbagai prototype alias purwarupa. Purwarupa tersebut memang perlu penyempurnaan.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Agus Puji Prasetyono menyebut pemerintah memang harus memberi kepastian bagi para peneliti, konsumen dan pelaku usaha bahwa mobil listrik merupakan program nasional jangka panjang.

"Pemerintah harus konsisten dan kontinyu dalam merancang program mobil listrik nasional. Kemudian komitmen dunia usaha harus diperbaiki," sebutnya.

Apalagi sekarang ada tren, para peneliti atau ahli mobil listrik nasional  tercatat meninggalkan Indonesia sejak ramai kasus kriminalisasi pengembang mobil listrik.

Mereka memilih hijrah ke negara yang fokus pada pengembangan mobil masa depan ini seperti Malaysia hingga Amerika Serikat (AS).

"Teman-teman peneliti mobil listrik banyak yang pindah ke luar negeri. Salah satunya juga karena kasus kriminalisasi. Ada yang ke Malaysia, ada yang ke Amerika Serikat juga," kata Agus Purwadi. (feb/ddn)

Latest News