news

26 Feb 2016

Pengembangan Industri Mobil Listrik Butuh Insentif

Pengembangan Industri Mobil Listrik Butuh Insentif

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Perindustrian menyadari pentingnya membangun industri mobil listrik di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi emisi gas buang serta mengurang konsumsi minyak mentah yang terus naik, seiring populasi kendaraan yang menanjak.

I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian mengatakan, pemerintah Indonesia punya janji yang harus dipenuhi, guna menurunkan kadar emisi 29 persen di bawah business as usual pada 2030. Target ini sulit tercapai, jika industri kendaraan ramah lingkungan tidak bergerak di Indonesia, salah satunya mobil listrik.

"Saat ini, harga mobil listrik masih mahal, sehingga untuk mengembangkannya perlu insentif khusus, namun masih dikaji" kata Putu kepada KompasOtomotif, Rabu (24/2/2016).

Indonesia punya kesempatan yang sama dengan prinsipal-prinsipal otomotif global lain yang saat ini juga tengah mengembangkan teknologi mobil listrik. Meski Nissan sudah memasarkan mobil listrik massal pertama di dunianya, yakni Leaf, tetap saja teknologi ini masih masuk kategori awal.

Kegiatan riset dan pengembangan teknologi mobil listrik, saat ini, terus didalami oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, menggandeng beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Lantas, bagaimana industri ini bisa berkembang kalau tidak ada sokongan insentif dari pemerintah Indonesia?

"Insentif pengembangan mobil listrik belum ditetapkan, baru sedang dikaji. Mobil listrik bisa menggunakan insentif yang sudah ada saat ini," kata Putu. Salah satu insentif yang bisa dimanfaatkan industri otomotif saat ini, adalah Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Insentif di mana, para produsen diperbolehkan bebas pajak mengimpor bahan baku yang dibutuhkan untuk merakit di dalam negeri selama belum diproduksi lokal.


Latest News