news

20 Jan 2020

Berita Sewa dan Rental Kendaraan

Perbandingan Mobil Listrik Vs Mobil BBM, Mana Paling Gampang Terbakar?

Mobil listrik Tesla Foto: Pradita Utama

memang tidak menggunakan bahan bakar cair yang mudah terbakar. Apakah mobil listrik lebih mudah terbakar dibanding mobil BBM? Jawaban sederhananya adalah kemungkinan tidak. Mobil listrik cenderung lebih aman, meski agak susah untuk mengambil kesimpulan pasti.

Battelle pun sudah membuat survei untuk dilaporkan pada Badan Keselamatan dan Lalu Lintas AS atau NHTSA. Menurut laporan mereka, risiko mobil listrik mengalami kebakaran lebih kecil dibanding mobil BBM.

Kecenderungan dan tingkat keparahan kebakaran dan ledakan dari sistem baterai lithium ion diperkirakan sebanding dengan atau mungkin sedikit kurang dari kendaraan berbahan bakar diesel atau bensin," ujar Ketua Riset Battelle, Steven Risser dalam laporan yang dikutip dari CNN.

Di AS saja, sekitar 174.000 kendaraan mengalami kebakaran pada tahun 2015. Hampir semua insiden ini melibatkan kendaraan listrik. Itu berarti dalam setiap 3 menit ada 1 insiden kebakaran mobil.

Produsen mobil listrik AS, Tesla sendiri pernah mengklaim mobil mereka 11 kali lebih aman dibanding mobil BBM. Tesla membuat perbandingan jumlah mobil yang terbakar dengan jarak yang ditempuh. Hasilnya sudah ada 300.000 unit mobil Tesla di jalanan AS dengan jarak tempuh total 7,5 miliar mil, dengan insiden kebakaran yang dilaporkan sebanyak 40 kasus. Atau ada 5 kebakaran setiap 1 miliar mil. Sementara untuk mobil BBM ada 55 kebakaran setiap 1 miliar mil.

Bagaimana mobil listrik bisa terbakar?

Mobil listrik bisa terbakar saat mobil mengalami tabrakan atau kerusakan pada baterai saat mobil tengah melaju.

"Baterai mobil Tesla jarang sekali menyebabkan kerusakan serius dan ketika itu terjadi kecelakaan sangatlah tidak biasa atau parah," tulis Tesla.

Proses terjadinya api pada mobil BBM dan listrik pun berbeda. Perbedaan paling utamanya adalah waktu yang dibutuhkan untuk memulai pembakaran. Api dari kendaraan bensin langsung tersulut ketika bensin mengalami kontak dengan percikan api dan langsung menyebar. Sementara panas dari baterai biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama sampai mulai terciptanya api.

Dengan adanya waktu yang cukup lama, pengguna mobil listrik yang mengalami kecelakaan bisa keluar dari kendaraannya sebelum api mulai menyala. Namun di sisi lain, bisa ada masalah lain. Kadang baterai bisa mengalami rusak karena mobil melewati serpihan-serpihan dan pengendara tidak menyadarinya. Dan api mulai menyala setelah adanya insiden itu, jadi saat mobil diparkirkan di garasi mobil mulai terbakar.


Latest News