news

09 Oct 2019

Permintaan Daihatsu Xenia Tetap Tinggi Walau Kalah Dari Wuling Confero

Permintaan Daihatsu Xenia Tetap Tinggi Walau Kalah Dari Wuling Confero

Daihatsu Xenia. Foto: PT Astra Daihatsu Motor

Penjualan Daihatsu Xenia beberapa bulan belakangan ini mulai disalip kompetitor asal China, Wuling Confero. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di bulan Juli Xenia mencatat wholesales (distribusi pabrik ke diler) sebanyak 676 unit dan pada Agustus hanya 462 unit. Angka itu kalah dari Confero yang mencatat 728 unit di Juli dan 638 unit di Agustus.

Dikatakan Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, produksi Xenia untuk pasar domestik Indonesia memang sedang dikesampingkan. ADM memilih menggenjot produksi untuk pasar ekspor dengan label Toyota Avanza.

"Lebih banyak buat ekspor, karena demand ekspor lebih tinggi (daripada domestik)," kata Amel di Jakarta, belum lama ini.

Untuk diketahui, Toyota Avanza yang diproduksi oleh pabrik ADM memang cukup diminati di luar negeri. Mobil berjenis low MPV ini sudah diekspor ke Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin.

Meski akhirnya produksi merek Xenia di dalam negeri tidak bisa maksimal, ADM mengatakan demand Xenia tetap tinggi.

"Tidak (turun). Sama saja, tapi memang akibatnya kita tidak bisa jual Xenia banyak (di Indonesia). Dan teman (wartawan-Red) pada nulis merek China ini lebih (ungguli Xenia-Red), ya sudah emang realitanya kita nggak bisa suplai," terang Amel.

Untuk diketahui, Toyota Avanza yang diproduksi oleh pabrik ADM memang cukup diminati di luar negeri. Mobil berjenis low MPV ini sudah diekspor ke Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan sejumlah negara di Afrika dan Amerika Latin.

Meski akhirnya produksi merek Xenia di dalam negeri tidak bisa maksimal, ADM mengatakan demand Xenia tetap tinggi.

"Tidak (turun). Sama saja, tapi memang akibatnya kita tidak bisa jual Xenia banyak (di Indonesia). Dan teman (wartawan-Red) pada nulis merek China ini lebih (ungguli Xenia-Red), ya sudah emang realitanya kita nggak bisa suplai," terang Amel.


Latest News