news

25 Feb 2016

Pesan Suzuki pada Gaikindo Agar Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Pesan Suzuki pada Gaikindo Agar Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Pesan Suzuki pada Gaikindo Agar Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kini memiliki nakhoda baru. Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Yohannes Nangoi kini menjadi Ketua Umum Gaikindo periode 2016-2019.

Terpilihnya Yohannes Nangoi sebagai nahkoda baru tentu membawa harapan besar bagi tiap agen pemegang merek (APM) mobil di Indonesia. Tak terkecuali bagi Suzuki Indomobil Sales (SIS).

4W Deputy Managing Director PT SIS, Davy J Tuilan mengatakan, memang Gaikindo periode 2016-2019 memiliki tujuh hal penting yang harus dikerjakan. Ketujuh hal itu mulai dari kebijakan terkait Low Carbon Emmision Program (LCEP) hingga persiapan OICA General Assembly di Indonesia pada Oktober 2017.

"Menurut saya, kemarin sudah disebut ada 7 hal yang harus diselesaikan pengurus Gaikindo baru. Salah satunya ada LCEP, kemudian kebijakan terkait dengan SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) , dan lain-lain, tentu saja kita dari Suzuki berharap 7 hal itu bisa diselesaikan," kata Davy saat ditemui di Jimbaran, Bali, Rabu (24/2/2016).

Tak hanya itu, Davy mengatakan, pihaknya juga punya harapan lain. Dia berharap agar Gaikindo bisa menjadi penggerak kerja sama terpadu antara instansi pemerintah seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM.

"Supaya kalau bisa, kebijakan yang diambil masing-masing kementerian menjadi kebijakan yang terpadu. Termasuk untuk pelaku industri dan juga masyarakat Indonesia. Saya yakin, pengurus baru Gaikindo ini akan bisa berperan lebih aktif sebagai katalisator untuk mendorong kesinambungan, kebijakan pemerintah yang terkoneksi," kata Davy.

Sebab sebelumnya, menurut Davy, kebijakan di Indonesia masih belum tersinergi. Sebagai contoh, implementasi aturan bahan bakar solar B20 (kandungan minyak sawit naik menjadi 20 persen dari 10 persen pada biosolar) yang masih belum jelas.

"Aturan itu sepertinya dikeluarkan tanpa adanya sinergi. Sampai sekarang belum tahu implementasinya, kesiapan instrukturnya, lalu dari APM bagaimana kesiapan produknya dan lain-lain," kata Davy.

Jika harapan Suzuki kepada Gaikindo untuk menjadi penggerak kerjasama terpadu antara instansi pemerintah itu terlaksana, Davy percaya industri otomotif Indonesia bisa mengalahkan Thailand. Sebab, industri otomotif di Thailand sudah terkoneksi dengan baik.

"Saya yakin bisa ngalahin Thailand dengan cara itu. Di Thailand policy untuk industri otomotif betul-betul terkoneksi. Sampai betul-betul ada institut (perguruan tinggi) khusus otomotif. Artinya sampai kementrian pendidikan pun ikut campur," ujar Davy. (rgr/ddn)


Latest News