news

29 Mar 2016

Selama 10 Tahun, Nissan Produksi Mesin GT-R dengan Cara yang Sama, Pakai Tangan Manusia

Selama 10 Tahun, Nissan Produksi Mesin GT-R dengan Cara yang Sama, Pakai Tangan Manusia

Selama 10 Tahun, Nissan Produksi Mesin GT-R dengan Cara yang Sama, Pakai Tangan Manusia

Selama 10 Tahun, Nissan Produksi Mesin GT-R dengan Cara yang Sama, Pakai Tangan Manusia

Hiroshima -Biasanya, mesin-mesin mobil saat ini diproduksi oleh robot-robot canggih. Namun, Nissan tetap membutuhkan tangan-tangan para ahli atau yang disebut Takumi untuk memproduksi mesin Nissan GT-R.

Selama hampir 10 tahun produksi mesin Nissan GT-R masih sama. Mesin itu dibuat dengan hanya lima orang master pengrajin yang disebut Takumi.

Kelima Takumi itu adalah Shioya Izumi, Tetsuji Matsumoto, Tsunemi Ooyama, Hiroyuki Ichikawa dan Takumi Kurosawa.

Takumi Kurosawa mempin tim yang merakit mesin GT-R di pabrik Nissan di Yokohama, Jepang. Setelah mesinnya selesai dikerjakan, nama-nama para Takumi disematkan dalam sebuah plakat.

Satu mesin V6 twin-turbo 3.8 liter untuk GT-R dibuat oleh satu Takumi. Ini dilakukan agar mesin Nissan GT-R lebih presisi sehingga performa mobilnya tetap bisa diandalkan.

Takumi memiliki pengalaman bertahun-tahun. Mereka juga telah mempelajari bagaimana memeriksa kualitas dengan presisi mikroskopis serta menjamin penempatan part yang presisi untuk setiap mesin yang diproduksi.

"Permintaan untuk presisi dengan model terbaru lebih ketat, terutama pada pembukaan katup, dan tidak ada kompromi untuk hal itu. Perbedaan 10 mikron akan menghasilkan kinerja mesin yang lemah sehingga menghasilkan performa yang sama sekali berbeda di sirkuit," ujar Takumi Kurosawa.

Dia menjelaskan, saat memasang crankshaft, Takumi menghitung jarak dalam mikron. "Bayangkan, setitik debu atau kontaminasi kecil; mesin bisa cacat, tapi Takumi akan melihat langsung. Mereka bisa merasakan sesuatu yang salah, dan itu adalah keterampilan," sebutnya.

Ketika memasukkan piston, lanjtnya, Takumi memastikan tidak ada kontaminasi dengan memalu dan mendengarkan suara. Setelah itu baru bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.

"Untuk timing chain, getaran bisa dirasakan saat mesin idle. Ini getaran yang kebanyakan orang tidak akan memperhatikan," ucap Kurosawa.

Terakhir, Takumi memperhatikan kualitas mesin yang telah dibuatnya. Pertama, mesin dinyalakan hingga putaran 3.000 rpm. Takumi membiarkan aliran pelumas masuk ke dalam mesin dan memeriks suara.

"Takumi akan menempatkan jari tengahnya di tempat yang ia bisa merasakan getaran dan berkonsentrasi pada hal itu. Takumi merasakan getaran dan menilainya. Sambil berkonsentrasi pada getaran, dia mengevaluasi mesin menggunakan indranya.


Latest News