news

27 Jan 2016

Semakin Berasa Indonesia, Pemasok Komponen Fortuner Bertambah

Semakin Berasa Indonesia, Pemasok Komponen Fortuner Bertambah

Semakin Berasa Indonesia, Pemasok Komponen Fortuner Bertambah

Karawang -Versi terbaru Toyota Fortuner terbaru yang baru diluncurkan Toyota memiliki kandungan lokal hingga 75 persen. Seiring dengan peningkatan itu, jumlah perusahaan pemasok pun meningkat dari 107 perusahaan menjadi 123 perusahaan.

"Jadi keterlibatan pemasok lokal maupun penyerapan tenaga kerja di Indonesia oleh Toyota melalui produksi Fortuner juga terjadi," tutur Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono, di sela-sela kunjungan pabrik Fortuner terbaru di Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/1/2016).

Menurutnya, komitmen untuk meningkatkan kandungan lokal merupakan tekad Toyota untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil buatannya, dan bukan pasar semata. Terlebih sebagian dari produk yang dihasilkan juga diekspor ke berbagai negara.

Warih mengatakan, pihaknya juga tidak sekadar menyerap produk pemasok saja, tetapi juga menjalin hubungan bisnis secara berkesinambungan. Untuk itu, lanjut dia, soal kualitas produk yang dihasilkan pemasok juga menjadi fokus TMMIN.

"Kami mendedikasikan satu fungsi khusus yang berfungsi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman kami kepada para pemasok lokal, dan untuk tahap awal pemasok lapis pertama," ujarnya.

Pengalaman yang dibagi bukan sekadar isu produksi tetapi juga isu manajemen ketenagakerjaan, keselamatan, serta transfer keahlian. Setidaknya 90 ahli sistem produksi Toyota dan 18 Master Trainers yang dimiliki pemasok lokal lapis pertama dikembangkan bersama.

"Nah mereka itu kemudian menularkan pengetahuan yang mereka dapat ke pemasok-pemasok mereka. Jadi berbagi pengalaman dan pengetahuan secara berantai," papar Warih.

Sementara menyinggung peningkatan kandungan lokal di All New Fortuner dari 60 menjadi 75 persen, menurut Warih merupakan bagian dari upaya Toyota untuk turut serta mengembangkan industri otomotif di Indonesia.

"Untuk itu kami bermitra dengan pemasok agar dapat bersama-sama tumbuh dan meningkatkan kualitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.Kami minta pemasok lapis pertama untuk berbagi pengalaman dan melakukan asistensi bagi pemasok lain lapis dua dan tiga sehingga ada efek domino," imbuhnya.

detik.com

detik.com

detik.comdetik.com

detik.com


Latest News