news

01 Apr 2016

Status Euro II Batasi Ekspor Mobil dari Indonesia

Status Euro II Batasi Ekspor Mobil dari Indonesia

Indonesia boleh saja unggul penjualan mobil sebab sejak 2014 statusnya merupakan pasar terbesar se-Asia Tenggara (ASEAN), namun sebagian besar mobil-mobil yang laku di dalam negeri menyesuaikan standar emisi yang berlaku, yakni setara Euro II.

Kondisi itu dianggap tertinggal oleh asosiasi perusahaan industri otomotif Indonesia, Gaikindo. Pasalnya negara lain di ASEAN, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina sudah menganut standar Euro IV. Artinya, mobil yang beredar di negara tetangga lebih ramah lingkungan dan berteknologi tinggi.

“Saat ini, Indonesia, kalau kita bicara soal teknologi otomotif sedikit tertinggal secara emisi gas buang,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Bicara emisi gas buang berarti membahas soal kebersihan lingkungan. Para manufaktur dunia mengeluarkan banyak usaha dan biaya pengembangan buat mewujudkan level Euro yang secara sistematis terus beranjak makin ketat. Bila emisi gas buang kendaraan semakin dibatasi, berarti teknologi yang harus digunakan semakin canggih.

Ekspor

Di Indonesia, kondisi timpang status batas emisi jadi penghambat kemajuan otomotif. Tahun lalu Indonesia memproduksi 1,2 juta unit mobil, sekitar 200.000 unit dari itu untuk ekspor.

Gaikindo berpendapat pasar ekspor sulit dikembangkan sebab mobil-mobil yang diproduksi di Tanah Air level euro II. Pasar buat mobil-mobil itu terbatas, negara terdekat yang masuk bidikan ekspor menginginkan setidaknya sesuai Euro IV.

“Kita ekspor harus Euro IV sedangkan domestik Euro II, itu juga berat buat kami karena harus maintain dua produk.” Jelas Nangoi.

Anggota Gaikindo adalah perusahaan yang ditunjuk oleh prinsipal otomotif asal berbagai negara. Nangoi mengatakan para prinsipal itu sudah bermain ke Euro IV, meski begitu operasional di Indonesia tentu harus mengikuti aturan yang berlaku.

“Kalau ditanya Gaikindo bagaimana kami maunya memproduksi kendaraan yang bersih lingkungan dan hemat bahan bakar. Sehingga sebagai timbal baliknya kami bisa memberikan kendaraan yang bagus untuk lingkungan Indonesia,” kata Nangoi.


Latest News