news

12 Oct 2019

Taksi Sedan Mulai Ditinggalkan. Mobil Murah LMPV untuk Jadi Armada Taksi

Taksi Sedan Mulai Ditinggalkan. Mobil Murah LMPV untuk Jadi Armada Taksi

Foto: Dok.Istimewa

Mobil jenis sedan tampaknya tak menarik lagi bagi para pengusaha taksi. Jika diperhatikan, banyak perusahaan taksi di Ibu Kota Jakarta yang mulai beralih menggunakan mobil jenis Low MPV sebagai armadanya.
 

Padahal sebelumnya, taksi identik dengan kendaraan jenis sedan karena dianggap lebih nyaman. Namun semakin ke sini, Low MPV berlogo perusahaan taksi semakin bertebaran di jalan. Salah satu pertimbangan pemilihan Low MPV sebagai armada taksi adalah bisa mengangkut penumpang yang lebih banyak daripada sedan.

Jika sedan maksimalnya bisa mengangkut lima orang sekaligus termasuk sopir, maka Low MPV bisa sampai tujuh orang. Ada beberapa jenis Low MPV yang dipilih perusahaan taksi untuk menjadi armadanya.

Blue Bird misalnya menggunakan Avanza Transmover sebagai salah satu armadanya. Avanza Transmover memang sengaja dihadirkan Toyota untuk dijadikan armada taksi.

Avanza Transmover jadi armada Blue Bird

Sebelum Avanza Transmover, Blue Bird juga pernah menggunakan Honda Mobilio. Selain Blue Bird perusahaan taksi lain pun mengikuti. Express misalnya pada Juli 2018 mengumumkan untuk menggunakan Low MPV merek China Wuling Confero sebagai armadanya.

Kemudian baru-baru ini, Express juga mengumumkan memiliki armada baru sebagai peremajaan model lama. Pilihan Express jatuh pada Low Cost Green Car (LCGC) alias mobil murah kembar Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Meski masuk dalam segmen LCGC, Calya-Sigra memiliki kapasitas yang sama persis dengan sang kakak Avanza Transmover yakni tujuh orang.

Calya sendiri dipilih karena masih memiliki harga nilai jual kembali yang cukup tinggi. Tentu itu menjadi keuntungan tersendiri bagi para perusahaan taksi ketika akan meremajakan armadanya. Memang di beberapa pasar mobil bekas, harga jual Calya hanya berselisih tipis dengan model barunya.

Calya jadi armada taksi Express

"Investor itu kan melihat setiap nilai investasi residunya, jadi dia punya nilai jual," ujar Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan.

Meski begitu, bukan berarti sedan ditinggalkan. Masih ada perusahaan taksi yang tetap mempertahankan sedan sebagai armadanya


Latest News