news

29 Feb 2016

Tanpa Ford Indonesia, Komunitas Terus Bertumbuh

Tanpa Ford Indonesia, Komunitas Terus Bertumbuh

Pergerakan konsumen mencari tempat bernaung setelah Ford Motor Indonesia (FMI) resmi menyatakan menghentikan bisnisnya di Indonesia, terbaca dari aktivitas komunitas. Indonesia Ford Fiesta Community (Infinity), dan Ford Everest Club Indonesia (FEVCI) menyatakan jumlah keanggotaan justru bertambah setelah pernyataan resmi mundurnya FMI.

Keterangan resmi FMI tentang penghentian operasi bisnisnya sebagai importir mobil Ford disampaikan pada 25 Januari 2016. Setelah itu berbagai pembahasan viral di internet termasuk lalu lintas di media sosial Infinity dan FEVCI.

Media sosial jadi banyak dikunjungi sebab tidak sedikit pemilik Ford yang ingin tahu informasi lebih jauh. Pertanyaan, kekhawatiran, penasaran soal purna jual sudah pasti terlintas dalam benak konsumen, inilah beberapa alasan para pemilik mencari informasi lebih jauh lewat komunitas.

“Ada positifnya ada enggak-nya juga sih FMI tutup. Bagusnya sih yang belum member akhirnya register. Itu bertambahnya signifikan dari cuma hampir 70, begitu FMI bilang mau tutup sebulan langsung nambah 30 orang. Total sekarang hampir 120 termasuk yang baru,” kata Muhammad Amrullah Prakoso, Ketua FEVCI, di Tangerang, Minggu (28/2/2016).

Hal serupa juga dirasakan Infinity. Michael Chris J, Ketua Umum Infinity menjelaskan semenjak beredar informasi FMI mau bubar keanggotaan meningkat banyak. Dalam tiga pekan setelah berita FMI, anggota bertambah 50 orang. Bahkan ada pemilik Fiesta yang selama ini hanya memantau kegiatan di media sosial selama dua tahun akhirnya memutuskan untuk bergabung.

“Memang bagus sih, tapi jujur kita tidak hanya kejar kuantitas yang kita kejar itu kebersamaannya,” ujar Michael di tempat yang sama.

Para pemilik Ford di Indonesia yang tergabung dalam tujuh komunitas telah menunjukan eksistensinya saat kumpul bareng di Tangerang. Hal yang baru pertama kali dilakukan ini bagus agar para komunitas bisa saling mengenal, namun mirisnya terjadi setelah FMI memutuskan akan hengkang.

Kesimpulan yang didapat dari pertemuan itu, para komunitas tidak khawatir dampak perubahan status FMI. Kebiasaan tidak tergantung dengan FMI yang selama ini sudah dilakukan jadi modal awal terus bisa eksis.


Latest News